Tuesday, April 19, 2016

Kisah Inspirasi - Cinta dengan Pengorbanan, Paling Unggul dari Semua Bentuk Cinta

Ada sebuah pohon dengan beberapa cabang yang menjorok ke kolam. Seekor burung bangau terbang mendarat di cabang dengan bunyi gedebuk.

Saat itu semut sedang beristirahat di salah satu cabangnya. Karena pendaratan burung bangau  yang kasar, semut kehilangan cengkeramannya dan jatuh ke kolam. Melihat ke bawah, burung bangau melihat semut itu di dalam air, berjuang untuk hidupnya. Untungnya burung itu baik dan merasa menyesal karena menyebabkan semut jatuh.

Untuk menyelamatkan hidup semut, burung itu memetik daun dari pohon dan menjatuhkannya ke dalam kolam. Pas daun itu jatuh dekat dengan semut. Dengan banyak usaha, semut naik ke daun dan didorong ke darat oleh angin. Tampak burung lega dan bersyukur.

Tiba-tiba semut melihat seorang pemburu sedang mengarahkan senjatanya pada burung bangau itu. Semut bergegas ke tempat pemburu dengan sekuat tenaga. Saat pemburu menarik pelatuk senjatanya, semut memberi gigitan tajam di kakinya. Pemburu itu kehilangan tujuannya. Burung bangau, yang mendengar suara tembakan, segera terbang ke tempat yang lebih aman.

Tindakan burung menyebabkan jatuhnya semut. Tetapi cinta timbal balik yang dicontohkan semut adalah cinta bagi mereka yang mengasihi dan membantu kita. Bentuk lain dari cinta adalah cinta estetika yang ditunjukkan terhadap benda-benda yang indah seperti bunga harum, kupu-kupu yang indah, dan senyum anak-anak. Sementara cinta egois adalah kasih sayang palsu untuk mendapatkan keuntungan material .

Cinta pengorbanan adalah cinta yang lebih unggul dari semua bentuk lain dari cinta. Ini lebih luas dan meluas bahkan kepada musuh-musuh kita dan kepada mereka yang tidak dapat mengembalikan cinta kita. Cinta ini tidak memiliki batasan atau kondisi.

Kisah Inspirasi - Sadari Potensi dalam Diri Sendiri

Alkisah, seorang Raa menerima hadiah dua ekor elang yang gagah. Raja merasa hadiah itu adalah yang paling indah yang pernah dilihatnya. Ia memberikan burung berharga itu kepada pelatih elang untuk dilatih.

Bulan berlalu, dan suatu hari pelatih elang memberitahu Raja bagaimana perkembangan dua ekor elang itu. Salah satu elang terbang dengan anggun, melonjak tinggi di langit, sementara elang yang satunya belum beranjak dari cabang pohon sejak ia tiba di istana.

Raja memanggil dukun dan tukang sihir dari seluruh negeri untuk membuat elang itu terbang. Tapi sayangnya tidak ada yang bisa membuang burung itu terbang. Ia memberikan tugas pada para pembantu di istananya, tapi pada hari berikutnya, Raja melihat dari jendela istana ternyata burung itu masih belum beranjak dari tempatnya bertengger.

Mencoba sesuatu yang lain, Raja berpikir, "Mungkin aku butuh seseorang  yang lebih akrab dengan pedesaan untuk memahami sifat dari masalah ini." Lalu, ia berseru kepada para punggawa istana, "Pergi dan bawalah seorang petani ke sini."

Esok paginya, Raja senang melihat elang itu sudah terbang tinggi di atas taman istana. Ia mengatakan kepada punggawa istana, "Bawa ke sini pelaku keajaiban ini."

Punggawa istana segera membawa petani itu, yang datang dan berdiri di hadapan Raja. Raja bertanya, "Bagaimana engkau bisa membuat elang itu terbang?"

Dengan kepala tertunduk, petani itu berkata kepada Raja, "Itu sangat mudah, Yang Mulia. Saya hanya memotong cabang di mana burung itu bertengger."

Kita semua dibuat untuk "terbang", untuk menyadari potensi luar biasa pada kita sebagai manusia. Tapi kadang-kadang kita hanya duduk di cabang-cabang sendiri, berpegangan pada hal-hal yang asing bagi kita. Kita merasa nyaman dengan sesuatu yang sudah akrab dan duniawi. Tetapi, hidup kita menjadi biasa-biasa saja, tidak menarik, mendebarkan, dan memuaskan.

Mari kita belajar untuk menghancurkan ketakutan kita pada sesuatu yang dianggap tidak nyaman dan membebaskan diri kita untuk lebih terbang bebas atas potensi kita masing-masing.

Kisah Inspirasi - Inilah Pentingnya Memiliki Teman

Alkisah, seekor elang jantan kesepian hidup di sebuah pohon di tepi sungai. Dia masih muda dan tampan, tapi dia tidak punya teman.

Suatu hari, ia melihat seekor elang betina indah duduk di pohon dan ingin menikahinya. Tapi elang betina itu menolak untuk menikah dengan elang jantan itu karena ia tidak memiliki teman.

"Maukah kau menikah jika saya membuat tiga teman?" tanyanya. Dia mengatakan bahwa dia pasti bisa memiliki teman.

Elang jantann itu kemudian pergi mencari teman-teman. Saat terbang di tepi sungai, ia melihat kura-kura besar. Elang terbang mendekatinya dan berkata, "Kura-kura,  apakah Kau mau menjadi teman saya dan membanut saya bila diperlukan?"

Kura-kura setuju untuk menjadi temannya dan berkata, "Panggil saya setiap kali Kau  membutuhkan saya dan saya akan datang ke sisimu."

Elang jantan itu juga berjanji membantu kura-kura setiap saat dan kemudian terbang untuk mencari teman kedua. Tak lama, ia bertemu dengan elang laut. Elang jantan itu mendapatinya dan bertanya apakah ia mau menjadi temannya dan membantunya bila diperlukan. Elang laut dengan senang hati menerima persahabatan itu dan menawaran bantuannya setiap kali elang jantan membutuhkannya.

Elang jantan itu senang karena ia telah memiliki dua teman.

Dia melanjutkan perjalanan mencari teman ketiga. Dia terbang di atas hutan dan melihat Harimau. Meski sedikit ketakutan, ia pergi mendekati harimau dan bertanya apakah ia mau menjadi temannya. Harimau itu dengan mudah menerima persahabatan dan berkata, "Mulai sekarnag dan seterusnya, saya adalah temanmu. Tidak ada yang akan menyakitimu. Jika ada yang mencoba menyakitimu, panggil saya dan saya akan berada di sana untuk membantumu."

Elang jantan itu sangat senang. Dia mengucapkan terima kasih kepada harimau, lalu terbang kembali menemui elang betina dan berkata, "Saya telah memiliki tiga teman, yaitu kura-kura, elang laut, dan harimau. Maukah kau menikah sekarang? "

Elang betina setuju untuk menikah dengan elang jantan itu. Segera, pernikahan mereka berlangsung. Tiga teman elang jantan menghadiri pernikahan mereka.

Setelah beberapa-bulan, elang betina melahirkan dua ekor elang. Kedua orangtua elang sangat senang untuk memiliki bayi kecil yang lucu. Mereka hidup bahagia di sarang mereka.

Suatu hari, dua pemburu datang dan duduk di bawah pohon itu. Mereka lelah dan lapar. Mereka tidak mampu berburu binatang apapun. Mereka memutuskan untuk menangkap ikan. Tapi, mereka tidak bisa menangkap seekor ikan pun.

Hari mulai gelap dan pemburu memutuskan untuk menghabiskan malam di bawah pohon itu. Untuk menjaga diri hangat, mereka menyalakan api. Api membumbung tinggi. Bayi elang yang berada di pohon itu tidak tahan panas dan asap yang keluar dari api. Mereka mulai menangis. Pemburu mendengar teriakan mereka.

Salah satu dari mereka berkata, "Ada burung di pohon ini. Mari kita tangkap  mereka. Kita akan memanggangnya di atas api dan memakannya." Pemburu yang lain setuju.

Elang mendengar mereka dan benar-benar khawatir tentang keamanan bayi mereka. Elang betina menyarankan agar mereka mencari bantuan dari teman-teman mereka. Elang pergi ke elang laut dan menceritakan masalahnya.

Elang laut berkata, "Pulanglah ke rumah dan lindungi bayi kalian. Saya akan mengatasi pemburu itu."

Elang laut menyelam ke sungai dan kemudian terbang di atas api. Air dari bulu yang basah jatuh di atas api. Dia berulang kali terjun ke sungai dan terbang di atas api. Air dari bulunya akhirnya memadamkan api. Para pemburu memutuskan untuk menyalakan api lagi. Namun, segera setelah mereka menyalakan api lagi, lagi-lagi elang laut memadamkannya.

Sementara itu, elang pergi untuk mendapatkan bantuan dari kura-kura. Ketika kura-kura mendengar tentang masalah elang, dia berkata kepadanya, "Jangan khawatir sahabat, aku akan berada di sana dalam waktu singkat dan mengatasi pemburu dengan cara saya sendiri. Pergi dan melindungi keluargamu."

Elang terbang ke pohon dan kura-kura mencapai pohon. Dia pergi cukup dekat dengan tempat pemburu duduk dan mencoba untuk menyalakan api lagi. Para pemburu melihat kura-kura dan salah satu dari mereka berkata, "Lihatlah ada kura-kura besar. Mari kita lupakan elang itu dan menangkap kura-kura ini. "

Pemburu lainnya setuju dan berkata, "Mari kita merobek baju kita dan membuat tali. Kami akan mengikat salah satu ujungnya untuk kura-kura dan lainnya untuk pinggang kita. Kemudian kita akan tarik kura-kura dengan semua kekuatan kami."

Pemburu lainnya menyukai gagasan itu. Tak lama kemudian, mereka membuat tali dari baju mereka. Mereka mengikat salah satu ujung tali ke kaki kura-kura. Kemudian, mencoba ujung lainnya ke pinggang mereka, mereka tidak bisa menarik kura-kura. Kekuatan kura-kura itu jauh lebih besar daripada dua pemburu bersama-sama.

Kura-kura menarik dua orang pembaru ke dalam air. Setelah, dalam air, itu sangat mudah untuk kura-kura untuk menyeret mereka. Dengan upaya-upaya besar, mereka memotong tali yang diikat ke pinggang mereka dan berenang kembali ke dasar. Mereka sekarang merasa sangat dingin. Mereka telah kehilangan baju mereka. Mereka berpikir untuk membuat api lagi.

Melihat mereka mengumpulkan daun dan ranting, elang khawatir lagi. Dia terbang ke hutan dan memanggil teman ketiga, harimau. Dia menemukan harimau di tepi hutan. Ketika harimau mendengar masalah elang, ia langsung bergegas menuju tepi sungai.
Pemburu sekarang telah menyalakan api dan salah satu dari mereka sedang bersiap-siap untuk memanjat pohon untuk mendapatkan bayi elang. Saat itu, harimau mencapai pohon. Melihat harimau, pemburu berlari dari sana dan tidak pernah kembali lagi.

Elang berterima kasih kepada ketiga temannya atas bantuan mereka yang tepat waktu. Ia juga menyadari bahwa sangat penting untuk memiliki setidaknya beberapa teman. Elang betina itu itu sangat bijaksana dalam menasihati elang jantan untuk memiliki teman-teman sebelum menikahinya.

Kisah Inspirasi - Mimpi Bisa Menjadi Kenyataan

Alkisah, di sebuah desa tinggallah seorang gadis bernama Sruti. Ia seorang gadis cantik dengan postur tubuh yang menakjubkan. Matanya berbentuk ikan, kulitnya mulus, dan rambut tebal yang indah panjang hitam bersinar di bawah sinar matahari.

Ia dilahirkan di sebuah keluarga miskin, ibunya meninggal ketika ia masih kecil, ayahnya adalah seorang penjahit, dan ia memiliki 2 orang adik. Jadi, Sruti harus memasak, memandikan, dan membawa adik-adiknya ke sekolah. Ayahnya ingin adik Sruti belajar keras dan menjadi dokter, tetapi ia tidak memiliki harapan apapun untuk Sruti, karena ia merasa ia hanyalah gadis biasa yang harus belajar untuk menjadi istri dan ibu yang baik, karena memang demikian yang biasa dilakukan oleh perempuan.

Namun, Sruti selalu bermimpi menjadi seorang penulis dan ketika ia sudah menyelesaikan tugasnya dan mengantar adik-adiknya ke sekolah, ia pergi ke sungai di dekat rumahnya dan duduk di sana, menulis cerita. Adik-adiknya telah mengajarinya membaca dan menulis, dan ketika mereka berada di sekolah, ia memakai buku mereka untuk mengembangkan tulisannya.

Suatu hari, ketika ia menulis cerita di pinggir sungai, ia lupa waktu. Ketika akhirnya ia pulang, ayahnya sedang menunggunya. Ayahnya berteriak padanya dan menuduhkan banyak hal, yang seharusnya tidak dikatakan oleh seorang ayah kepada putrinya. Sruti terluka dan pergi ke kamar tidur sambil menangis.

Pada hari berikutnya sang ayah mengatakan bahwa ia akan menikahi seorang pemuda kaya. Sruti memohon kepada ayahnya agar tidak melakukan hal iut. Ia mengatakan kepada ayahnya bahwa ia punya mimpi yang harus tercapai dan tidak ada ruang untuk suami dalam hidupnya sekarang. Ayahnya hanya mengejek dan berkata bahwa mimpi seorang gadis adalah menjadi istri dan ibu yang baik, dan tidak baik bermimpi hal lain.

Sruti tidak tahu bahwa pemuda kaya yang ingin menikahinya telah mengikutinya selama berbulan-bulan ke sungai sehingga ia bisa mendengarkan ceritanya. Ia telah jatuh cinta dengan cerita dan kecantikan Sruti. Sruti ingin melarikan diri tetapi ia tidak bisa meninggalkan adik-adiknya dan juga khawatir apa yang akan dikatakan orang tentang dirinya. Ia tidak punya pilihan lain selain menikah dengan pemuda itu. Ia menikah dalam kesengsaraan. Satu-satunya pikiran yang ada di benaknya saat ia menikah adalah mimpinya hancur berkeping-keping.

Setelah menikah, suaminya mengatakan bahwa ia jatuh cinta dengan cerita dan kecantikan Surti. Ketika ia mendengar bahwa suaminya jatuh cinta karena ceritanya, ribuan kupu-kupu mulai bergetar di perutnya, wajahnya berseri-seri dengan kebahagiaan.

Suaminya mengembangkan cerita dan mempublikasikannya hingga seluruh dunia jatuh cinta dengan kisah-kisahnya. Beberapa tahun kemudian, Sruti menjadi salah satu penulis terkenal di dunia. Ya, Sruti telah memenuhi mimpinya. Mimpinya menjadi sebuah kenyataan!

Kisah Inspirasi - Setiap Orang Berharga di Mata Tuhan

Andrea Bocelli lahir di Tuscany, Italia, tanggal 22 September 1958, dengan kondisi penglihatan yang buruk. Ini dialaminya setelah mengalami kecelakaan kecil dalam permainan sepak bola yang membuat Bocelli akhirnya kehilangan seratus persen kemampuannya untuk melihat.

Namun, kebutaan bukan merupakan penghalang bagi kecintaan Bocelli pada musik klasik. Dengan anugerah suara yang indah, dan talenta musik yang luar biasa, Andrea Bocelli mendedikasikan hidupnya pada musik klasik.

Berbagai usaha dilakukannya untuk meningkatkan kemampuan suara dan permainan piano, saxophone, dan flute. Rasa cinta ini jugalah yang mendorong Andrea Bocelli untuk terus terlibat langsung dalam perkembangan musik klasik baik di Italia maupun di dunia internasional.

Saat Andrea Bocelli lulus dari sekolah hukum di Universitas Pisa di Italia, merasa bahwa rasa cinta yang tinggi pada musik klasik tidaklah cukup. Untuk meraih mimpinya di dunia ini, ia perlu mendapat dukungan orang-orang yang tepat.

Untuk itu, ia mendekati Franco Corelli, salah satu penyanyi klasik papan atas yang juga adalah idolanya, untuk menjadi gurunya dalam olah suara, dan membantunya meniti karir di dunia musik klasik. Selain itu, ia juga bekerja sama dengan berbagai penyanyi klasik di dalam dan luar negeri, seperti Lucianno Pavarotti, Jose Carreras, untuk mendorong kiprahnya di dunia musik klasik.

Diva pop dunia seperti Celine Dion juga dirangkul oleh Bocelli dalam berbagai kesempatan pertunjukan panggung bersama. Jaringan yang dibangun oleh Andrea Bocelli di dunia musik klasik, ternyata memberinya manfaat ganda.

Selain hubungan persahabatan, ia juga mendapat banyak kesempatan untuk belajar dari penyanyi dan pemusik papan atas yang bekerja sama dengannya di berbagai kesempatan konser.

Dari mereka Bocelli menggali berbagai informasi dan teknik untuk selalu meningkatkan diri. Selain itu ia juga menyediakan waktu untuk berlatih, baik dalam bentuk pementasan kecil maupun waktu khusus untuk meningkatkan diri.

Kebiasaannya untuk selalu mengasah kemampuannya membuahkan sukses besar bagi semua album yang telah dirilisnya. Para kritisi pun mendudukkannya sejajar dengan Luciano Pavarotti, Jose Carreras, Placido Dominggu (The Three Tenors). Ia pun mendapat julukan penyanyi Tenor Keempat Dunia (The Fourth Tenor).

Dalam kehidupan, betapa sering kita meratapi kekurangan dan kelemahan yang ada dalam diri. Kita seolah tak ubahnya sekumpulan ketaksempurnaan yang membawa kita pada kesimpulan sendiri bahwa kita tak berarti dibanding orang lain. Terlalu sering kita hanya melihat apa yang tiada dalam diri kita, sementara kekuatan yang ada seolah hilang tersaput kabut pagi hari. Namun apa yang kita lihat dari seorang Andrea Bocelli (51 tahun)?

Dalam kegelapan pandangan matanya, bersinar cahaya kehidupan. Dari ketinggian pegunungan Toscana, Italia, sinar itu berpendar jauh ke sudut-sudut bumi. Dengarlah nyanyiannya, dan temukanlah kebeningan hatinya.

Celino Dion bahkan pernah berkata, "Jika Tuhan memiliki suara, pastilah suaranya seperti suara Andrea Bocelli."

Kebutaan, kegelapan, ternyata tidak menghalangi Bocelli untuk menggali dan mempersembahkan talenta yang diberi Tuhan baginya. Sekeping talenta, suara itu, cukup untuk membawanya menjelajahi bumi ini untuk bertemu, berbagi dan berkomunikasi dengan orang-orang di negeri asing.

Senandung sebagai sarana untuk membagikan perasaan dari hati dan jiwanya.
Andrea Bocelli, seperti halnya musisi besar yang senasib dengannya, telah memberi kita sebuah kesadaran bahwa kekurangan bukanlah kata akhir. Bukan apa yang terjadi dengan diri kita, tapi apa sikap kita dengan kejadian tersebut.

Barangkali inilah saatnya bagi kita untuk mendata segenap kemampuan kita dan melupakan apa saja yang menjadi kelemahan kita. Kekuatan kita, biarlah menjadi modal bagi kita untuk maju dan memberikan sesuatu bagi dunia dalam kehidupan yang singkat ini. Sementara kelemahan, biarlah itu menjadi cermin untuk membuat kita tetap rendah hati dan hormat kepada sesama. 

Kisah Inspirasi - Satu Tindakan Kecil dapat Mengubah Hidup Seseorang

Suatu hari, ketika saya masih sebagai seorang siswa di SMU, saya melihat seorang anak dari kelas lain berjalan pulang. Namanya Kyle. Ia tampak membawa semua buku-bukunya.

Saya berpikir, "Mengapa ada orang yang membawa pulang semua buku-bukunya pada hari Jumat? Wah, ia benar-benar jadi kutu buku." Saya punya cukup jadwal akhir pekan terencana, seperti bermain bola dengan teman-teman, jadi saya hanya mengangkat bahu dan melanjutkan perjalanan.

Saat sedang berjalan, saya melihat sekelompok anak-anak berjalan ke arahnya. Mereka berlari, hingga semua tumpukan bukunya terjatuh, kacamatanya  seperti terbang, dan mendarat sekitar sepuluh kaki darinya. Ia mendongak dan saya melihat kesedihan di matanya. Saya berkata kepadanya, "Anak-anak nakal! Mereka harus benar-benar mendapatkan pembalasannya."

Ia menatap saya dan bekata, "Heri, terima kasih!"

Ada senyum lebar di wajahnya. Itu salah satu senyum yang menunjukkan rasa terima kasih yang tulus. Saya membantunya mengambil buku-bukunya dan bertanya di mana ia tinggal. Ternyata, ia tinggal di dekat tempat kos saya, jadi saya bertanya mengapa saya tidak pernah melihat ia sebelumnya. Ia mengatakan bahwa ia tidak akan pernah bergaul dengan anak-anak sekolah swasta sebelumnya. Kami berbicara sepanjang perjalanan pulang, dan saya membawakan buku-bukunya. Ia ternyata cukup keren. Saya bertanya apakah ia ingin bermain sepak bola pada hari Sabtu dengan saya dan teman-teman saya. Ia mengatakan ya. Akhirnya kami bermain sepanjang akhir pekan dan semakin saya tahu seperti apa Kyle, semakin saya menyukainya.

Senin pagi tiba, dan Kyle datang dengan setumpuk buku lagi. Saya berhenti dan berkata, "Hai, kau benar-benar membangun otot dengan tumpukan buku-buku itu setiap hari!"  Ia hanya tertawa dan menyerahkan setengah tumpukan buku pada saya untuk dibawakan.

Selama empat tahun kemudian, Kyle dan saya menjadi teman terbaik. Ketika kami lulus, mulailah kami berpikir tentang perguruan tinggi. Kyle memutuskan Georgetown, dan saya akan ke Inggris. Saya tahu bahwa kami akan selalu menjadi teman, meski jarak memisahkan kami. Ia akan menjadi seorang dokter, dan saya akan mulai dengan beasiswa sepakbola.

Saat Kyle harus mengucapkan pidato perpisahan sekolah, saya menggodanya sepanjang waktu tentang kutu buku. Ia harus mempersiapkan pidato kelulusan. Saya sangat senang karena bukan saya yang harus naik podium dan berbicara. Saat wisuda, saya melihat Kyle. Ia tampak hebat. Ia salah satu orang-orang yagn benar-benar menemukan dirinya selama SMU.

Saat memulai pidato, ia berdehem, dan mulai. "Wisuda adalah saat untuk mengucapkan terima kasih kepada orang-orang yang membantu Anda melalui tahun-tahun yang sulit dari orang tua, guru, saudara, mungkin pelatih, tapi kebanyakan teman-teman Anda. Saya ingin memberitahu Anda bahwa saya ingin menceritakan tetang seseorang sebagai hadiah terbaik yang diberikan. Saya akan menceritakan sebuah kisah."

Saya melihat teman saya itu dengan percaya diri menceritakan kisah hari pertama kami bertemu. Ia rupanya telah merencanakan untuk bunuh diri saat akhir pekan itu. Ia menceritakan bagaimana ia telah membersihkan lokernya sehingga ibunya tidak harus melakukannya nanti dan membawa pulang barang-barangnya. Ia melihat saya dan memberi senyum kecil. "Untungnya, saya diselamatkan. Teman saya menyelamatkan saya dari perbuatan yang tak terkatakan." Saya mendengar dengan terkesiap. Teman saya itu menceritakan kepada semua orang tentang saatnya yang paling lemah. Saya melihat ayah dan ibunya yang menatap saya sambil tersenyum bersyukur. Ah, tidak sampai itu saat saya menyadari hal yang paling mendalam.

Jangan pernah meremehkan kekuatan dari tindakan kita, sekecil apapun. Satu gerakan kecil kita dapat mengubah hidup seseorang. Untuk lebih baik atau lebih buruk. Tuhan menempatkan kita dalam kehidupan masing-masing untuk mempengaruhi satu sama lain dalam beberapa cara.  Jangan lupa untuk berbuat baik dan membantu satu sama lain, karena ini adalah pengorbanan yang menyenangkan Tuhan.

Kisah Inspirasi - Kisah Anak Ayam Pematuk

Seekor anak ayam yang sombong sedang mencari makan. Anak ayam betina itu sangat cerdas dan cerdik. Tapi ia sering membual tentang kehebatannya dan suka berjalan sendiri. Ibunya sering mengingatkan anak ayam itu, tapi ia mengatakan bahwa ia bisa menghadapi bahaya dengan menggunakan akalnya yang sangat baik.

Ketika anak ayam itu berjalan sendirian di sepanjang jalur lebat, tiba-tiba seekor ular kobra muncul, sebelum anak ayam itu sempat menyadarinya dan membuka mulutnya untuk melahapnya. Anak ayam itu berkata kepada ular, "Berhenti, bodoh! Apakah kamu tidak tahu bahwa saya sangat beracun? Jika saya mematukmu, kau akan mati di tempat. Racun saya itu seribu kali lebih kuat dari milikmu. Setiap bagian dari tubuh saya ini beracun."

Kobra berpikir sejenak. Ia belum pernah  mendengar ada anak ayam beracun sejauh ini. Tapi ia tidak siap untuk mengambil risiko. Jadi, ia mengatakan kepada anak ayam itu, "Kau harus membuktikan bahwa kau itu beracun. Lalu, aku akan mengampunimu."

Ketika itu seorang pria berjalan di dekat tempat pertemuan mereka. Anak ayam itu mengatakan kepada ular, "Perhatikan aku akan mematuk orang itu. Ia akan mati, dan kau bisa melihatnya." Setelah berkata demikain, ia mematuk yang kuat di bagian belakang tumit pria itu dengan paruhnya yang tajam dan bersembunyi di balik semak-semak. Pria itu berbalik dengan menangis dan melihat kobra menakutkan. Karena ketakutan dan shock, pria itu jatuh pingsan.

Anak ayam itu merasa menag dan melompat, ia berteriak, "Pergi, kau penipu. Kalau tidak, aku akan membunuhmu dengan mematuk." Ia berpura-pura mengejar ular itu. Ular itu ketakutan dan meninggalkan tempat kejadian dengan kecepatan tinggi. Anak ayam yang berani itu tertawa riang dan memuji kecerdikannya sendiri. Ia memberitahu semua orang bagaimana ia menipu ular.

Seekor rubah yang kebetulan lewat, melihat ular kobra dan bertanya mengapa ular itu bergerak dengan kecepatan tinggi. Tanpa jeda, ular kobra itu menangis, "Ayo cepat pergi, anak ayam berbisa mengejar saya. Jangan melihat matanya, ia bisa membunuhmu." Ular itu merayap dengan kecepatan tinggi. Rubah yakin anak ayam itu telah menipu ular bodoh. Ia berlari menuju ke tempat dari mana ular itu muncul. Ia bertemu anak ayam yang sombong itu. Sebelum anak ayam mengucapkan sepatah kata, rubah itu telah menghabisinya. Menjilati bibirnya setelah menikmati makanan lezat, ia berseru, "Ah, beruntungnya! Enak sekali anak ayam ini!"

Fred Smith pernah mengatakan, "Kerendahan hati tidak menyangkal kekuatan yang Anda miliki. Kekuatan datang melalui Anda, bukan dari Anda."

Ya, kerendahan hati adalah kualitas yang aneh. Saat orang berpikir tentang itu, ia kehilangan itu!