Tuesday, April 19, 2016

Kisah Inspirasi - Masih Ada Kesempatan Kedua

Moore adalah seorang dokter terkenal dan dihormati di sebuah kota tua di Prancis. Melalui tangannya sudah tak terhitung nyawa yang diselamatkan.

Moore dulunya bukan sosok penolong yang membanggakan seperti sekarang. 20 tahun yang lalu Moore adalah seorang narapidana. Kekasihnya mengkhianati dia dan lari ke pelukan lelaki lain. Karena emosi, dia melukai lelaki tersebut, maka Moore beralih dari seorang mahasiswa di universitas terkenal menjadi seorang narapidana. Dia dipenjara selama 3 tahun.

Setelah bebas dari penjara, karena statusnya sebagai bekas narapidana menyebabkan Moore menjadi bahan ejekan dan penghinaan saat melamar pekerjaan. Dalam keadaan sakit hati, Moore memutuskan untuk menjadi perampok. Iia telah mengincar di bagian selatan kota, dan sebuah rumah yang akan menjadi sasarannya. Orang dewasa di rumah tersebut semuanya pergi bekerja, larut malam baru pulang. Di dalam rumah hanya ada seorang anak kecil buta yang tinggal sendirian. Moore pergi ke rumah tersebut, mencongkel pintu utama dengan membawa pisau belati.

Saat Moore masuk ke dalam rumah, sebuah suara lembut bertanya, "Siapa itu?"

Moore sembarangan menjawab, "Saya teman papamu, dia memberikan kunci rumah padaku."

Suara lembut yang ternyata adalah si anak kecil buta terdengar sangat gembira dan tanpa curiga si anak buta berkata, "Selamat datang! Namaku Kay, tetapi papaku malam baru sampai ke rumah. Apa paman mau bermain sebentar denganku?" Dia memandang dengan mata yang besar dan terang tetapi tidak melihat apapun, dengan wajah penuh harapan, di bawah tatapan memohon yang tulus. Moore langsung lupa dengan tujuannya dan langsung menyetujui.

Yang membuat Moore sangat terheran-heran adalah anak yang berumur 8 tahun dan buta ini dapat bermain piano dengan lancar, lagu-lagu yang dimainkannya sangat indah dan gembira, walaupun bagi seorang anak normal harus melakukan upaya besar sampai ke tingkat seperti anak buta ini. Setelah selesai bermain piano, Kay melukis sebuah lukisan yang dapat dirasakan di dalam dunia anak buta ini, seperti matahari, bunga, ayah-ibu, teman-teman. Dunia Kay rupanya tidak sekosong kedua bola matanya, walaupun lukisannya kelihatannya sangat canggung, yang bulat dan persegi tidak dapat dibedakan, tetapi dia melukis dengan sangat serius dan tulus.

"Paman, apakah matahari seperti ini?" tanya Kay.

Moore melukis di telapak tangan anak ini beberapa bulatan, "Matahari bentuknya bulat dan terang dan warnanya keemasan."

Kay mendongakkan wajahnya yang mungil bertanya, "Paman, apa warna keemasan itu?"

Moore terdiam sejenak, lalu membawanya ke tempat terik matahari, "Emas adalah sebuah warna yang sangat vitalitas, bisa membuat orang merasa hangat, sama seperti kita memakan roti yang bisa memberi kita kekuatan."

Kay dengan gembira meraba ke empat penjuru dengan kedua tangannya, "Paman, aku sudah merasakannya, sangat hangat! Dia pasti akan sama dengan warna senyuman paman!"

Moore tiba-tiba merasa sangat terharu, lalu dengan penuh kesabaran menjelaskan kepada Kay berbagai warna dan bentuk barang. Dia sengaja menggambarkan dengan hidup, sehingga anak yang penuh imajinatif ini mudah mengerti. Anak buta ini mendengar ceritanya dengan sangat serius, walaupun buta, tetapi rasa sentuh dan pendengaran anak ini lebih tajam dan kuat daripada anak normal, tanpa terasa waktu berlalu dengan cepat.

Akhirnya, Moore teringat tujuan kedatangannya, tetapi Moore tidak mungkin lagi merampok. Hanya karena kecaman dan ejekan dari masyarakat ia nyaris melakukan kejahatan lagi, ia menyesal. Berdiri di hadapan Kay membuat Moore merasa sangat malu, lalu dia menulis sebuah catatan untuk orang tua Kay, "Tuan dan nyonya yang terhormat, maafkan saya mencongkel pintu rumah kalian. Kalian adalah orang tua yang hebat, dapat mendidik anak yang demikian baik. Walaupun matanya buta, tetapi hatinya sangat terang. Dia mengajarkan kepada saya banyak hal dan membuka pintu hati saya."

Tiga tahun kemudian, Moore menyelesaikan kuliahnya di universitas kedokteran dan memulai karirnya sebagai seorang dokter. Enam tahun kemudian, dia dan rekan-rekannya mengoperasi mata Kay sehingga Kay bisa melihat keindahan dunia ini.

Kay yang dapat melihat akhirnya menjadi seorang pianis terkenal, mengadakan konser ke seluruh dunia. Setiap mengadakan konser, Moore akan berusaha menghadirinya, duduk di sebuah sudut yang tidak mencolok, mendengarkan alunan musik indah nan ceria menyirami jiwanya dengan optimisme dan semangat juang, yang dimainkan oleh seorang pianis yang dulunya buta. Pianis yang melihat keindahan dunia melalui kedua matanya yang tak mengenal cahaya. Pianis yang memberinya kesempatan kedua  untuk hatinya yang terluka.

Dengan segala kepolosan anak kecil buta yang bahkan tak bisa membedakan penjahat dan teman ayahnya, Moore kembali melihat dunia. Bukan dengan kedua bola mata fisiknya, melainkan dengan mata hati sehangat mentari yang menyinari kehidupan banyak orang.

Kisah Inspirasi - Menentukan Pilihan di Antara Kegentingan Situasi

Suatu hari, terjadilah bencana banjir di sebuah kota. Hujan besar disertai angin kencang yang datangnya tiba-tiba itu telah memporakporandakan harta benda penduduk dan membawa korban nyawa yang tidak sedikit jumlahnya.

Di antara korban bencana di sana, terdapat seorang pemuda yang berhasil menyelamatkan istrinya. Tetapi sayangnya setelah usahanya menyelamatkan istrinya berhasil, anaknya yang masih balita tidak sempat tertolong, terseret arus, dan akhirnya ditemukan telah meninggal dunia.

Atas kejadian itu, terjadi silang pendapat di antara penduduk yang selamat. Satu pihak menyatakan perbuatan suami yang menyelamatkan istrinya terlebih dahulu adalah hebat dan benar. Menurut mereka, lebih penting menyelamatkan istri. Mengenai anak, menurut mereka, toh nanti pasangan itu bisa dikaruniai putra atau putri lagi. Pokoknya, mereka mendukung pilihan ayah muda itu.

Di pihak yang berseberangan, mereka menyalahkan keputusan si pemuda yang membiarkan anaknya terseret arus dan akhirnya meninggal dunia. Bagi mereka, anak adalah karunia Tuhan yang dititipkan kepada kita, yang tidak boleh disia-siakan dan harus kita pelihara dengan sebaik-baiknya. Jika istri yang meninggal, 'kan bisa cari istri lagi?

Akhirnya mereka beramai-ramai ingin mendengar langsung dari si pemuda, apa alasan dia memutuskan menolong istrinya dan bukan anaknya terlebih dahulu?

Dengan raut muka menyimpan duka dan mata yang berkaca-kaca, si pemuda dengan suara bergetar menjawab, "Saat air datang dengan tiba-tiba, saya terlempar dan terbawa arus yang deras. Situasi yang seperti itu, tolong dijawab, apakah ada kesempatan bagi saya untuk menentukan pilihan antara menolong istri atau anakku terlebih dahulu? Yang ada di dekat saya waktu itu adalah istri saya, maka serta merta saya pun menangkap tangannya dan membawanya pergi dari situ. Saat saya menoleh kembali ke tempat anak saya, dia sudah terseret arus dan saya tidak mampu menjangkaunya.

Kalau saya diberi waktu untuk menimbang dalam menentukan pilihan, mungkin saat ini saya telah kehilangan kedua orang yang sama-sama saya cintai. Tolong jangan hakimi saya. Biarlah saya sendiri yang menanggung kesedihan dan perasaan yang bersalah. Karena saya tidak mampu melindungi keluarga dari bencana yang membuat kami kehilangan putra kesayangan kami."

Pada saat situasi darurat, kadang manusia tidak mempunyai kesempatan untuk berpikir dan memilih yang terbaik bagi dirinya. Tetapi, banyak pula manusia yang terlalu banyak berpikir, menimbang, dan selalu ragu dalam menentukan pilihan sehingga mereka kehilangan kesempatan yang datang di hadapannya.

Maka pada saat kesempatan datang menghampiri, tangkap, dan jangan lewatkan karena mungkin dia tidak akan datang kembali. Entah kapan kesempatan datang. Yang utama adalah sikap mental kita dalam menyiapkannya.

Jangan terlalu memilih-milih pekerjaan apa yang ingin kita kerjakan, tetapi pastikan saja kita mengerjakannya dengan sebaik-baiknya, penuh semangat, dan keyakinan.

Kisah Inspirasi - Jarak Terpendek antara Masalah dan Solusi

Seseorang sedang mengemudikan sebuah mobil "model T" Ford melalui desa terpencil di Amerika Serikat. Ia berhenti untuk membeli minuman di sebuah restoran pinggir jalan. Kemudian ia mencoba untuk menyalakan mesin mobil, tapi gagal. Ia mencoba lagi, tapi tidak bisa mengidentifikasi masalah atau mengatasinya.

Saat itu ia merasa khawatir dan merasa terdampar di suatu tempat yang aneh. Tiba-tiba mobil sejenis lain datang ke tempat itu dan berhenti di dekat mobilnya. Seorang pria turun dari mobil dan tersenyum lembut, bertanya pada pria itu tentang masalahnya.

Mendengar bahwa mobil itu tidak mau menyala mesinnya, orang asing itu berkata kepada pria itu, "Biarkan saya mencoba. Saya punya beberapa pengalaman dalam menangani model ini."

Orang asing itu memeriksa mobil, membuat beberapa penyesuaian cepat dan menyalakan mesin mobil. Mobil itu pun menderu-deru. Pria itu mengucapkan terima kasih kepada penolongnya dan memuji keterampilannya. Lalu ia bertanya siapa nama orang asing itu.

Orang asing itu mengatakan pada pria itu, "Nama saya Henry Ford. Saya kenal dengan setiap bagian dari mobil ini karena saya terkait erat dengan setiap tahap desain, pengembangan, dan pembuatannya." Pria itu terkejut mengetahui bahwa orang asing itu adalah Henry Ford, yang mendirikan Ford Motor Company pada tahun 1903.

Henry Ford (1863 – 1947), setelah percobaan inovatif dan ekstensif, telah mengembangkan mobil Model T pada tahun 1908 sebagai mobil sederhana, handal, dan terjangkau yang dalam jangkauan ekonomi Amerika rata-rata. Dengan mengembangkan konsep "jalur perakitan" dalam pembuatan mobil, Ford dapat meningkatkan efisiensi pembuatan dan menurunkan biaya produksi. Ia menurunkan harga mobil dan merevolusi pembuatan dan penggunaan mobil di Amerika Serikat.

Dalam perjalanan hidup, kita mungkin menghadapi berbagai masalah yang berkaitan dengan aspek yang berbeda dari kehidupan kita seperti kesehatan, pendidikan, pekerjaan, hubungan, keluarga, dan keuangan. Kita sering membuat ketegangan, kecemasan, dan rasa khawatir yang tidak perlu, ketika kita mencoba untuk memecahkan masalah kita sendiri. Seperti desainer mobil, dalam kisah di atas, kita memiliki pencipta yang ahli, yang tahu segala sesuatu tentang kita dan hidup kita, kelemahan, dan kemampuan kita sehingga mampu memecahkan masalah yang berkaitan dengan ke hidupan kita.

Mari kita memiliki kerendahan hati untuk menyerahkan diri kepada Tuhan yang Mahakuasa. Ia adalah Tuhan yang penuh kasih yang memiliki rencana pasti untuk kesejahteraan kita masing-masing.

Dikatakan bahwa jarak terpendek antara masalah dan solusinya adalah jarak antara lutut dan lantai. Orang yang berlutut pada Tuhan bisa menghadapi masalah dengan keyakinan. Ketika doa kita naik, maka berkat pun turun. Doa harus menjadi "setir" dan bukan "roda cadangan" di kendaraan kehidupan kita.

Kisah Inspirasi - Cinta dengan Pengorbanan, Paling Unggul dari Semua Bentuk Cinta

Ada sebuah pohon dengan beberapa cabang yang menjorok ke kolam. Seekor burung bangau terbang mendarat di cabang dengan bunyi gedebuk.

Saat itu semut sedang beristirahat di salah satu cabangnya. Karena pendaratan burung bangau  yang kasar, semut kehilangan cengkeramannya dan jatuh ke kolam. Melihat ke bawah, burung bangau melihat semut itu di dalam air, berjuang untuk hidupnya. Untungnya burung itu baik dan merasa menyesal karena menyebabkan semut jatuh.

Untuk menyelamatkan hidup semut, burung itu memetik daun dari pohon dan menjatuhkannya ke dalam kolam. Pas daun itu jatuh dekat dengan semut. Dengan banyak usaha, semut naik ke daun dan didorong ke darat oleh angin. Tampak burung lega dan bersyukur.

Tiba-tiba semut melihat seorang pemburu sedang mengarahkan senjatanya pada burung bangau itu. Semut bergegas ke tempat pemburu dengan sekuat tenaga. Saat pemburu menarik pelatuk senjatanya, semut memberi gigitan tajam di kakinya. Pemburu itu kehilangan tujuannya. Burung bangau, yang mendengar suara tembakan, segera terbang ke tempat yang lebih aman.

Tindakan burung menyebabkan jatuhnya semut. Tetapi cinta timbal balik yang dicontohkan semut adalah cinta bagi mereka yang mengasihi dan membantu kita. Bentuk lain dari cinta adalah cinta estetika yang ditunjukkan terhadap benda-benda yang indah seperti bunga harum, kupu-kupu yang indah, dan senyum anak-anak. Sementara cinta egois adalah kasih sayang palsu untuk mendapatkan keuntungan material .

Cinta pengorbanan adalah cinta yang lebih unggul dari semua bentuk lain dari cinta. Ini lebih luas dan meluas bahkan kepada musuh-musuh kita dan kepada mereka yang tidak dapat mengembalikan cinta kita. Cinta ini tidak memiliki batasan atau kondisi.

Kisah Inspirasi - Sadari Potensi dalam Diri Sendiri

Alkisah, seorang Raa menerima hadiah dua ekor elang yang gagah. Raja merasa hadiah itu adalah yang paling indah yang pernah dilihatnya. Ia memberikan burung berharga itu kepada pelatih elang untuk dilatih.

Bulan berlalu, dan suatu hari pelatih elang memberitahu Raja bagaimana perkembangan dua ekor elang itu. Salah satu elang terbang dengan anggun, melonjak tinggi di langit, sementara elang yang satunya belum beranjak dari cabang pohon sejak ia tiba di istana.

Raja memanggil dukun dan tukang sihir dari seluruh negeri untuk membuat elang itu terbang. Tapi sayangnya tidak ada yang bisa membuang burung itu terbang. Ia memberikan tugas pada para pembantu di istananya, tapi pada hari berikutnya, Raja melihat dari jendela istana ternyata burung itu masih belum beranjak dari tempatnya bertengger.

Mencoba sesuatu yang lain, Raja berpikir, "Mungkin aku butuh seseorang  yang lebih akrab dengan pedesaan untuk memahami sifat dari masalah ini." Lalu, ia berseru kepada para punggawa istana, "Pergi dan bawalah seorang petani ke sini."

Esok paginya, Raja senang melihat elang itu sudah terbang tinggi di atas taman istana. Ia mengatakan kepada punggawa istana, "Bawa ke sini pelaku keajaiban ini."

Punggawa istana segera membawa petani itu, yang datang dan berdiri di hadapan Raja. Raja bertanya, "Bagaimana engkau bisa membuat elang itu terbang?"

Dengan kepala tertunduk, petani itu berkata kepada Raja, "Itu sangat mudah, Yang Mulia. Saya hanya memotong cabang di mana burung itu bertengger."

Kita semua dibuat untuk "terbang", untuk menyadari potensi luar biasa pada kita sebagai manusia. Tapi kadang-kadang kita hanya duduk di cabang-cabang sendiri, berpegangan pada hal-hal yang asing bagi kita. Kita merasa nyaman dengan sesuatu yang sudah akrab dan duniawi. Tetapi, hidup kita menjadi biasa-biasa saja, tidak menarik, mendebarkan, dan memuaskan.

Mari kita belajar untuk menghancurkan ketakutan kita pada sesuatu yang dianggap tidak nyaman dan membebaskan diri kita untuk lebih terbang bebas atas potensi kita masing-masing.

Kisah Inspirasi - Inilah Pentingnya Memiliki Teman

Alkisah, seekor elang jantan kesepian hidup di sebuah pohon di tepi sungai. Dia masih muda dan tampan, tapi dia tidak punya teman.

Suatu hari, ia melihat seekor elang betina indah duduk di pohon dan ingin menikahinya. Tapi elang betina itu menolak untuk menikah dengan elang jantan itu karena ia tidak memiliki teman.

"Maukah kau menikah jika saya membuat tiga teman?" tanyanya. Dia mengatakan bahwa dia pasti bisa memiliki teman.

Elang jantann itu kemudian pergi mencari teman-teman. Saat terbang di tepi sungai, ia melihat kura-kura besar. Elang terbang mendekatinya dan berkata, "Kura-kura,  apakah Kau mau menjadi teman saya dan membanut saya bila diperlukan?"

Kura-kura setuju untuk menjadi temannya dan berkata, "Panggil saya setiap kali Kau  membutuhkan saya dan saya akan datang ke sisimu."

Elang jantan itu juga berjanji membantu kura-kura setiap saat dan kemudian terbang untuk mencari teman kedua. Tak lama, ia bertemu dengan elang laut. Elang jantan itu mendapatinya dan bertanya apakah ia mau menjadi temannya dan membantunya bila diperlukan. Elang laut dengan senang hati menerima persahabatan itu dan menawaran bantuannya setiap kali elang jantan membutuhkannya.

Elang jantan itu senang karena ia telah memiliki dua teman.

Dia melanjutkan perjalanan mencari teman ketiga. Dia terbang di atas hutan dan melihat Harimau. Meski sedikit ketakutan, ia pergi mendekati harimau dan bertanya apakah ia mau menjadi temannya. Harimau itu dengan mudah menerima persahabatan dan berkata, "Mulai sekarnag dan seterusnya, saya adalah temanmu. Tidak ada yang akan menyakitimu. Jika ada yang mencoba menyakitimu, panggil saya dan saya akan berada di sana untuk membantumu."

Elang jantan itu sangat senang. Dia mengucapkan terima kasih kepada harimau, lalu terbang kembali menemui elang betina dan berkata, "Saya telah memiliki tiga teman, yaitu kura-kura, elang laut, dan harimau. Maukah kau menikah sekarang? "

Elang betina setuju untuk menikah dengan elang jantan itu. Segera, pernikahan mereka berlangsung. Tiga teman elang jantan menghadiri pernikahan mereka.

Setelah beberapa-bulan, elang betina melahirkan dua ekor elang. Kedua orangtua elang sangat senang untuk memiliki bayi kecil yang lucu. Mereka hidup bahagia di sarang mereka.

Suatu hari, dua pemburu datang dan duduk di bawah pohon itu. Mereka lelah dan lapar. Mereka tidak mampu berburu binatang apapun. Mereka memutuskan untuk menangkap ikan. Tapi, mereka tidak bisa menangkap seekor ikan pun.

Hari mulai gelap dan pemburu memutuskan untuk menghabiskan malam di bawah pohon itu. Untuk menjaga diri hangat, mereka menyalakan api. Api membumbung tinggi. Bayi elang yang berada di pohon itu tidak tahan panas dan asap yang keluar dari api. Mereka mulai menangis. Pemburu mendengar teriakan mereka.

Salah satu dari mereka berkata, "Ada burung di pohon ini. Mari kita tangkap  mereka. Kita akan memanggangnya di atas api dan memakannya." Pemburu yang lain setuju.

Elang mendengar mereka dan benar-benar khawatir tentang keamanan bayi mereka. Elang betina menyarankan agar mereka mencari bantuan dari teman-teman mereka. Elang pergi ke elang laut dan menceritakan masalahnya.

Elang laut berkata, "Pulanglah ke rumah dan lindungi bayi kalian. Saya akan mengatasi pemburu itu."

Elang laut menyelam ke sungai dan kemudian terbang di atas api. Air dari bulu yang basah jatuh di atas api. Dia berulang kali terjun ke sungai dan terbang di atas api. Air dari bulunya akhirnya memadamkan api. Para pemburu memutuskan untuk menyalakan api lagi. Namun, segera setelah mereka menyalakan api lagi, lagi-lagi elang laut memadamkannya.

Sementara itu, elang pergi untuk mendapatkan bantuan dari kura-kura. Ketika kura-kura mendengar tentang masalah elang, dia berkata kepadanya, "Jangan khawatir sahabat, aku akan berada di sana dalam waktu singkat dan mengatasi pemburu dengan cara saya sendiri. Pergi dan melindungi keluargamu."

Elang terbang ke pohon dan kura-kura mencapai pohon. Dia pergi cukup dekat dengan tempat pemburu duduk dan mencoba untuk menyalakan api lagi. Para pemburu melihat kura-kura dan salah satu dari mereka berkata, "Lihatlah ada kura-kura besar. Mari kita lupakan elang itu dan menangkap kura-kura ini. "

Pemburu lainnya setuju dan berkata, "Mari kita merobek baju kita dan membuat tali. Kami akan mengikat salah satu ujungnya untuk kura-kura dan lainnya untuk pinggang kita. Kemudian kita akan tarik kura-kura dengan semua kekuatan kami."

Pemburu lainnya menyukai gagasan itu. Tak lama kemudian, mereka membuat tali dari baju mereka. Mereka mengikat salah satu ujung tali ke kaki kura-kura. Kemudian, mencoba ujung lainnya ke pinggang mereka, mereka tidak bisa menarik kura-kura. Kekuatan kura-kura itu jauh lebih besar daripada dua pemburu bersama-sama.

Kura-kura menarik dua orang pembaru ke dalam air. Setelah, dalam air, itu sangat mudah untuk kura-kura untuk menyeret mereka. Dengan upaya-upaya besar, mereka memotong tali yang diikat ke pinggang mereka dan berenang kembali ke dasar. Mereka sekarang merasa sangat dingin. Mereka telah kehilangan baju mereka. Mereka berpikir untuk membuat api lagi.

Melihat mereka mengumpulkan daun dan ranting, elang khawatir lagi. Dia terbang ke hutan dan memanggil teman ketiga, harimau. Dia menemukan harimau di tepi hutan. Ketika harimau mendengar masalah elang, ia langsung bergegas menuju tepi sungai.
Pemburu sekarang telah menyalakan api dan salah satu dari mereka sedang bersiap-siap untuk memanjat pohon untuk mendapatkan bayi elang. Saat itu, harimau mencapai pohon. Melihat harimau, pemburu berlari dari sana dan tidak pernah kembali lagi.

Elang berterima kasih kepada ketiga temannya atas bantuan mereka yang tepat waktu. Ia juga menyadari bahwa sangat penting untuk memiliki setidaknya beberapa teman. Elang betina itu itu sangat bijaksana dalam menasihati elang jantan untuk memiliki teman-teman sebelum menikahinya.

Kisah Inspirasi - Mimpi Bisa Menjadi Kenyataan

Alkisah, di sebuah desa tinggallah seorang gadis bernama Sruti. Ia seorang gadis cantik dengan postur tubuh yang menakjubkan. Matanya berbentuk ikan, kulitnya mulus, dan rambut tebal yang indah panjang hitam bersinar di bawah sinar matahari.

Ia dilahirkan di sebuah keluarga miskin, ibunya meninggal ketika ia masih kecil, ayahnya adalah seorang penjahit, dan ia memiliki 2 orang adik. Jadi, Sruti harus memasak, memandikan, dan membawa adik-adiknya ke sekolah. Ayahnya ingin adik Sruti belajar keras dan menjadi dokter, tetapi ia tidak memiliki harapan apapun untuk Sruti, karena ia merasa ia hanyalah gadis biasa yang harus belajar untuk menjadi istri dan ibu yang baik, karena memang demikian yang biasa dilakukan oleh perempuan.

Namun, Sruti selalu bermimpi menjadi seorang penulis dan ketika ia sudah menyelesaikan tugasnya dan mengantar adik-adiknya ke sekolah, ia pergi ke sungai di dekat rumahnya dan duduk di sana, menulis cerita. Adik-adiknya telah mengajarinya membaca dan menulis, dan ketika mereka berada di sekolah, ia memakai buku mereka untuk mengembangkan tulisannya.

Suatu hari, ketika ia menulis cerita di pinggir sungai, ia lupa waktu. Ketika akhirnya ia pulang, ayahnya sedang menunggunya. Ayahnya berteriak padanya dan menuduhkan banyak hal, yang seharusnya tidak dikatakan oleh seorang ayah kepada putrinya. Sruti terluka dan pergi ke kamar tidur sambil menangis.

Pada hari berikutnya sang ayah mengatakan bahwa ia akan menikahi seorang pemuda kaya. Sruti memohon kepada ayahnya agar tidak melakukan hal iut. Ia mengatakan kepada ayahnya bahwa ia punya mimpi yang harus tercapai dan tidak ada ruang untuk suami dalam hidupnya sekarang. Ayahnya hanya mengejek dan berkata bahwa mimpi seorang gadis adalah menjadi istri dan ibu yang baik, dan tidak baik bermimpi hal lain.

Sruti tidak tahu bahwa pemuda kaya yang ingin menikahinya telah mengikutinya selama berbulan-bulan ke sungai sehingga ia bisa mendengarkan ceritanya. Ia telah jatuh cinta dengan cerita dan kecantikan Sruti. Sruti ingin melarikan diri tetapi ia tidak bisa meninggalkan adik-adiknya dan juga khawatir apa yang akan dikatakan orang tentang dirinya. Ia tidak punya pilihan lain selain menikah dengan pemuda itu. Ia menikah dalam kesengsaraan. Satu-satunya pikiran yang ada di benaknya saat ia menikah adalah mimpinya hancur berkeping-keping.

Setelah menikah, suaminya mengatakan bahwa ia jatuh cinta dengan cerita dan kecantikan Surti. Ketika ia mendengar bahwa suaminya jatuh cinta karena ceritanya, ribuan kupu-kupu mulai bergetar di perutnya, wajahnya berseri-seri dengan kebahagiaan.

Suaminya mengembangkan cerita dan mempublikasikannya hingga seluruh dunia jatuh cinta dengan kisah-kisahnya. Beberapa tahun kemudian, Sruti menjadi salah satu penulis terkenal di dunia. Ya, Sruti telah memenuhi mimpinya. Mimpinya menjadi sebuah kenyataan!