Thursday, March 9, 2017

Kisah Inspirasi - Tanda-tanda dari Tuhan

Isabelita menceritakan kisah ini kepada saya.

Seorang Arab yang sudah tua dan tak bisa baca-tulis selalu berdoa dengan khusyuk setiap malam, sampai-sampai seorang pemilik karavan besar yang kaya raya memutuskan untuk memanggilnya dan mengajaknya bicara.

"Mengapa kau berdoa begitu khusyuk? Bagaimana kau tahu bahwa Tuhan benar-benar ada, sedangkan membaca pun kau tidak bisa?"

"Saya tahu, Tuan. Saya bisa membaca semua yang dituliskan Tuhan Alam Semesta ini."

"Bagaimana caranya?"

"Kalau Tuan menerima surat dari seseorang di tempat yang jauh, bagaimana Tuan mengenali siapa pengirim surat itu?"

"Lewat tulisan tangannya."

"Kalau Tuan menerima sebentuk permata, bagaimana Tuan tahu siapa pembuatnya?"

"Lewat ciri khas pandai emas itu."

"Kalau Tuan mendengar binatang-binatang berkeliaran di dekat perkemahan, bagaimana Tuhan tahu apakah binatang itu domba, kuda, atau sapi jantan?"

"Lewat jejak-jejak kakinya," sahut pemilik karavan yang terheran-heran dengan pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Orang tua itu mengajaknya ke luar dan menunjukkan langit kepadanya.

"Semua yang tertulis di atas sana, maupun di padang pasir di bawah, tidka mungkin dibuat atau ditulis oleh tangan manusia." (Paulo Coelho dalam "Seperti Sungai yang Mengalir". Penerbit: Gramedia Pustaka Utama.)

Wednesday, March 8, 2017

Review Film “Logan” – Superhero juga Manusia


​
​

Logan, merupakan film ke-tiga dan terakhir dari seri wolverine, yang di mulai dari X-Men Origins: Wolverine (2009), Wolverine (2013) dan Logan (2016). Yang bisa di bilang merupakan klimaks dari film salah satu tulang punggung X-men (Wolverine), sepertinya agak terlambat membahas film ini yang sudah di rilis dari awal maret di bioskop (saya nontonnya tanggal 3 Maret 2017).


Logan yang merupakan nama asli dari mutant bernama Wolverine sangatlah menarik di tonton jalan ceritanya karena menurut saya, dialah mutant yang sudah mengalami semua masa, jika melihat dari film pertamanya X-Men Origins: Wolverine (2009), dia sudah lahir dari sekitar abad ke-19, mengalami perang dunia pertama dan kedua, dalam film saya ingat sepertinya lebih di ceritakan mengenai perang dunia kedua, hal ini juga terlihat pada lanjutan filmnya Wolverine (2013) yang bercerita mengenai "teman" dari Jepang yang di dapat di perang dunia kedua.


Dalam pakem film Hollywood yang menganut prinsip trilogy, terutama untuk cerita superhero yang menarik untuk di simak adalah awal dan akhirnya, atau dalam hal ini film pertama dan ketiga, karena dari film pertama kita akan di sajikan bagaimana awal mula dari semua cerita, kekuatan atau kelebihan yang di dapat sehingga di sebut superheror, dan film terakhir biasanya lebih bersifat superhero yang "manusiawi" hal ini terlihat juga di trilogy ironman, Iron Man 1 (2008); saat Tony Stark mendapat baru mengenakan baju besinya, dan Iron Man 3 (2013); "kegalauan" Tony Stark karena menyandang nama Iron Man. Saya sengaja tidak membahas seri ke-dua dari wolverine ataupun Iron Man karena menurut pendapat saya tidak penting.


Logan yang merupakan mutant yang "abadi" karena memiliki kemampuan menyembuhkan diri paling cepat dalam film ini juga di ceritakan lebih manusiawi karena faktor usia dan penyakit membuat dia terlihat lebih manusia yang sibuk dengan urusan duniawi, mencari kerja, menghambakan uang untuk mencapai suatu tujuan tertentu, karena frustasi akan sakit atau masalah mengambil jalan pintas dengan minum alkohol untuk menghilangkan depresi, bukankah manusia zaman sekarang rentan dengan depresi dan stress karena tekanan pekerjaan sehingga butuh pelarian dalam hidup.


Logan yang digambarkan seperti pria berumur 40-50 tahun yang menanggung sakit karena efek dari implant adamantium ataupun karena umur yang panjang? Memang tidak di jelaskan secara detail di film, telah kehilangan kemampuan penyembuhan diri dengan cepat dan depresi karena harus mengurus professor X yang sakit Alzheimer merupakan konflik batin yang coba di bangun sutradara, dengan latar belakang film perjalanan dari mexico menuju suatu lokasi di Dakota utara atau taman eden bagi para mutant kira-kira perjalanannya sejauh 3.500 km, mungkin kalau di Indonesia dari aceh sampai bali.


Dengan ditunjang oleh akting antara Hugh Jackman dan Patrick Steward yang mumpuni kita akan menyaksikan bukan sebuah film superhero umumnya, akan tetapi layaknya film drama keluarga yang menceritakan hubungan antara Ayah (Professor X) dan anak laki-lakinya (Wolverine) yang sering bentrok karena pendirian yang keras dan di akhiri perpisahan yang cukup sedikit menggugah perasaan karena meninggalnya sang ayah (mungkin kalau plotnya di tambah saat perpisahan kedua ayah-anak ini akan lebih mengoyak emosi penonton).


Dengan menonton film Logan sang sutradara James Mangold membawa kita pada cerita bahwa superhero itu tidak perlu menyelamatkan semua umat manusia, menjadi superhero bisa berarti peduli pada orang disekitar kita yang hanya segelintir yang mungkin bisa jadi orang-orang terdekat kita akhir kata film logan ini menurut saya cukup sukses sebagai film perpisahan Hugh Jackman dan Patrick Steward di seri X-Men dan sebuah trilogy dari sang Wolverine dimana sang superhero juga manusia yang bisa depresi, terluka dan bisa mati dan di kuburkan di tempat yang tidak di ketahui orang.

Saturday, February 11, 2017

G Mail

Tahun 2004, ketika bisnis pencarian Google kian meledak, Sergey Brin dan Larry Page mulai memikirkan langkah apa lagi yang harus dilakukan untuk kembali membuat dunia berteriak, "Wow, Google!" Tampaknya, e-mail (surel) menjadi langkah lanjutan yang paling masuk akal. Brin dan Page ingin membuat guncangan besar dengan meluncurkan Gmail, layanan surel cerdas, mudah, murah, dan unggul.

Mereka bahkan menawarkan 1 GB (1.000 MB) media penyimpanan gratis per surel, 500 kali lebih banyak (saat itu) dari Hotmail-nya Microsoft dan 250 kali lebih banyak dari fasilitas yang diberikan Yahoo! Untuk meneruskan tradisi promosi dari mulut ke mulut, keduanya menghadiahkan 1.000 surel kepada 1.000 tokoh untuk diuji.

Namun, rencana Google Inc. memasukkan iklan dalam surel pribadi menempatkan perusahaan yang sebelumnya bercitra "saudara tua" pengguna komputer dunia ini sebagai pesakitan yang dicurigai. Tiba-tiba saja, para aktivis hak asasi manusia bergabung menantang Brin dan Page.

"Google sedang mempertaruhkan reputasinya lewat Gmail," tulis Walt Mossberg, kolumnis terkenal The Wall Street Journal. Sebetulnya, bukan masuknya iklan yang jadi masalah. "Orang merasa keberatan karena Google memindai surel pribadi untuk menemukan kata kunci guna membangkitkan iklan. Ini seperti pelanggaran terhadap kerahasiaan pribadi. Saya mengimbau Google memulihkan kembali reputasinya sebagai perusahaan yang jujur," sambung Mossberg, yang juga penggemar berat Google.

Tulisan Mossberg membuat Brin dan Page terkejut. "Sepintas lalu masalah ini mengerikan, padahal tidak. Iklan yang muncul berkolerasi dengan pesan yang sedang Anda baca. Kami tidak menyimpan surat Anda, menggali isinya atau berbuat apa pun semacam itu. Dan tak ada informasi yang kami bocorkan ke luar. Yang kami lakukan hanya menyisipkan iklan. Prosesnya otomatis. Tak ada orang yang melihat. Maka menurut saya, kami tidak melanggar hak kerahasiaan pribadi," balas Brin.

Belakangan, ketika para pengritik Brin dan Page mulai mencoba Gmail, suara-suara sumbang mulai reda. Para jurnalis bahkan memuji Gmail, karena untuk pertama kalinya mereka dapat menemukan surel lama dengan mudah, semudah melakukan pencarian di Google.com.

Sekali lagi, Brin dan Page membuktikan, mereka memang jenius.

Thursday, February 9, 2017

Apakah Kampanye “Yuk Nabung Saham” sukses?

Mungkin sebagian dari kita belum tahu adanya kampanye dari BEI (Bursa Efek Indonesia) untuk mengajak masyarakat sebagai calon investor untuk berinvestasi di pasar modal dengan membeli Saham secara rutin dan berkala. Pada tanggal 12 November 2015 lalu, Bursa Efek Indonesia bersama Otoritas Jasa Keuangan meresmikan kampanye “Yuk! Nabung Saham”. Peresmian kampanye tersebut dilakukan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Bapak Jusuf Kalla.
Kenapa sih pemerintah dalam hal ini BEI membuat kampanye ini?
Pertumbuhan investor di BEI saat ini masih lebih rendah di bandingkan negara lain. Berdasarkan data Badan Pengawas Pasar Modal dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah investor domestik di BEI hanya 0.2%, sekitar 480 ribu dari jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 230 juta warga. Rasio investor pasar modal domestik masih sangat kecil dibandingkan dengan negara Asia Tenggara lainnya. Misalnya, Singapura memiliki investor domestik sebanyak 30% dari jumlah penduduk sedangkan Malaysia memiliki rasio 12.8%. Kapitalisasi di pasar modal dalam negeri juga terus tumbuh, akan tetapi masyarakat Indonesia sebagai investor aktif di pasar saham hanya 30% dari total investor di pasar saham, dalam artian 70% itu di kuasai oleh investor asing, dengan penguasaan asing yang dominan ini jika dana investasi yang ada di pasar modal di tarik keluar maka akan terjadi kolaps pada sistem perekonomian seperti krisis pada tahun 1998.
Hal inilah yang menjadi dasar BEI berkampanye untuk meningkatkan partisipasi masyarakat kita dalam menabung saham, berdasarkan laporan Program Pengampunan Pajak deklarasi harta yang dilaporkan hampir tembus Rp 4.000 triliyun, jika 25% dari dana tersebut dapat masuk kepasar modal maka kapitalisasi pasar saham akan meningkat dan pasar saham kita tidak mudah goyah dengan isu dari luar seperti terpilihnya Donal Trump sebagai presiden AS yang baru dan isu “brexit”.
Apakah menabung saham menguntungkan?
            Berbeda dengan menabung di bank dimana sepertinya tidak ada pengembangan yang anda raih, karena uang anda secara tidak sadar setiap tahunnya akan berkuran 120-200 ribu pertahun, yang berasal dari potongan biaya administrasi, pajak dan lainnya sehingga jika anda memiliki uang dengan nominal katakanlah 1 juta rupiah dalam 5-6 tahun bisa saja habis tak berbekas tanpa anda sadari.
            Akan tetapi berbeda halnya dengan saham, dengan memilih saham dari perusahaan yang memiliki prospek masa depan yang baik dalam artian perusahaan yang bertumbuh dan berkembang dengan baik maka uang 1 juta yang anda miliki dalam 5-6 tahun mendatang nilainya akan berlipat-lipat tanpa anda sadari.
Kampanye “Yuk Nabung Saham”
Usaha yang telah di lakukan BEI dengan membuat situs http://yuknabungsaham.idx.co.id/ yang dapat di akses dan melakukan sosialisasi maupun mengadakan expo di kota besar maupun di daerah. 
Selain itu usaha yang signifikan sudah dilakukan BEI untuk kampanye “Yuk Nabung Saham” dan patut di apresiasi adalah dengan menurunkan jumlah saham per lot, dari yang 1 lot = 500 lembar menjadi 1 lot = 100 lembar, efeknya adalah modal yang dibutuhkan untuk membeli saham per lotnya semakin kecil. Misalnya kita ingin membeli saham ITMG (Indo Tambangraya Megah Tbk). Harga saham ITMG saat artikel ini ditulis adalah Rp 31.200. Dengan aturan 1 lot = 500 lembar, kita perlu modal Rp 31.200 x 500 = Rp 15,6 juta hanya untuk membeli 1 lot saham ITMG. Dengan aturan baru 1 lot=100 lembar saham, kita hanya perlu Rp 31.200 x 100 = Rp 3,12 juta untuk membeli 1 lot ITMG. Seperlimanya saja. Hal ini akan sangat berdampak bagi investor kecil, saham menjadi lebih terjangkau. Investor dengan modal kecil seperti karyawan, ibu rumah tangga, dan mahasiswa boleh bersenang hati.
Akan tetapi dari beberapa usaha BEI tersebut bisa di katakan belum dengan kekuatan 100% contohnya adalah pada situs yang menjadi rujukan http://yuknabungsaham.idx.co.id/ halamannya terlalu ringkas dan tidak mendetail menjelaskan jika seorang awam yang tidak pernah berkecimpung dalam dunia pasar modal pastilah akan bingung langkah-langkah yang harus dilakukan dan akhirnya akan menyerah dengan sendirinya tanpa pernah menjadi investor, saya yakin semua masyarakat pastilah ingin berkecimpung ke dalam dunia pasar modal jika langkahnya telah di permudah layaknya media sosial facebook, twitter, Instagram dan sebagainya yang termasuk teknologi canggih akan tetapi saat ini kakek-kakek, nenek-nenek ataupun orang tua yang dalam menggunakan handphone hanya mengenal telpon dan sms bisa menguasai media sosial dengan mudah dan malah paling mengikuti tren. Selain itu yang membuat sulitnya program “yuk nabung saham” adalah dari internal dalam hal ini perusahaan sekuritas dimana secara sederhana perusahaan ini mendapatkan keuntungan dari fee setiap transaksi yang dilakukan saat pembelian maupun penjualan saham istilahnya fee broker, dengan nominal yang kecil katakanlah 1 juta rupiah dengan fee setiap transaksi sekitar 0.2-0.3% maka senilai 3 ribu rupiah, uang ini mungkin bisa di sebut uang receh bagi broker, sehingga setiap broker akan lebih senang mendekati pemodal besar yang bisa memberikan fee di atas rata-rata.

Untuk itu menurut pandangan saya masih banyak PR dari BEI agar program “yuk nabung saham” ini dapat sukses, dengan semakin gencar melakukan penetrasi dengan mengadakan roadshow ke seluruh Indonesia saya yakin program ini sukses kedepannya.

Sunday, December 25, 2016

Momen Natal yang Berbeda setiap Tahun


Setiap umat kristiani akan menantikan datangnya hari Natal, dan setiap Natal yang datang tiap tahun akan berbeda bagi setiap orang baik cara merayakannya, makna Natal maupun arti Natal itu sendiri, setelah berpuluh-puluh kali merayakan Natal, setiap momen Natal sering saya rayakan berbeda dan sejauh yang dapat saya ingat semuanya tidaklah sama, saya tidak akan menceritakan pengalaman Natal saya yang rasanya hampir sama untuk sebagian orang yaitu perayaan Natal di saat masih kecil ataupun saat remaja

Momen-momen perayaan Natal yang dapat saya ingat hingga saat ini di antaranya:

1.     7-8 tahun lalu bekerja di saat shift malam karena jadwal kerja yang mengharuskan saya bekerja sesuai jam malam sehingga malamnya tidak mengikuti misa malam Natal dan memunculkan resolusi untuk tahun-tahun berikut agar dapat mengikuti misa malam Natal dengan berkumpul bersama keluarga.

2.     Merayakan Natal di rumah sambil beresolusi dan berdoa untuk seseorang yang special agar semoga di berikan jalan, Natal tahun tersebut memberi saya akan adanya harapan bahwa apakah "dia" adalah jodohku? Betul-betul pergumulan batin untuk Natal tersebut.

3.     Merayakan Natal dengan teman-teman kantor sambil berbagi ke para penyapu jalan di pagi hari dalam bentuk parsel sembako, Natal ini cukup berkesan karena baru kali itu saya/ pribadi memberikan sumbangan secara langsung ke orang lain, biasanya lewat kelompok tertentu, tapi ini memberikan secara tatap muka, sehingga bisa merasakan sendiri perbedaannya, bahwa untuk "memberi" tidak semudah transfer via internet banking ada proses dan kendala2 yang bisa di hadapi seperti ternyata susah juga mencari penyapu jalan karna mereka jam kerjanya tidak jelas J.

4.     Merayakan Natal dengan Calon Istri, karena kami berbeda agama (walaupun sama-sama Kristen), Natal ini memberikan jalan bagi saya dan calon istri saya untuk sama-sama belajar apa itu makna Natal bagi calon keluarga, dan bagaimana perbedaan tata cara ibadah antara kami berdua, saya banyak memberi informasi bagaimana misa advent ataupun misa malam Natal bagi umat nasrani.

5.     Merayakan Natal Pertama setelah bayi kami lahir, rasanya agak berbeda dengan tahun-tahun yang lain karena kami baru di anugerahkan bayi pertama kami, dimana yang jadi pusat perhatian bagi kedua keluarga kami yaitu si kecil yang masih mungil, banyak hadiah yang di terima oleh si kecil dan kasih sayang dari oma dan opanya (kakek/nenek)

Saya tidak tahu Natal di tahun yang akan-akan datang apa yang akan terjadi tapi dari beberapa momen yang menghiasi hidup saya sampai Natal kali ini, memang benar bahwa perayaan Natal terbaik adalah saat kita dapat berkumpul, berbagi keceriaan dan kasih bagi semua orang, entah itu dengan orang tua, teman dekat, rekan kerja, ataupun istri maupun anak kita. Sehingga jika hari Natal sudah dekat ingatlah lagu lama yang berjudul

"I'll Be Home for Christmas" yang lagu aslinya di tulis untuk para tentara di luar negeri saat perang dunia yang tidak dapat pulang untuk merayakan Natal.

Selamat Natal Bagi Kita Semua "Semoga Damai dan Kasih Natal memberikan kebahagiaan dan keceriaan bagi kita semua"

Saturday, November 19, 2016

Mengenal Investasi Menurut Orang Awan


​Selama ini saya mengenal kata investasi dari beberapa pakar keuangan ataupun perencanan keuangan dan juga dari mbah google, mungkin dari kita sekalian juga ada yang belum mengetahui apa itu investasi, definisi Investasi menurut saya yaitu menyisihkan sebagian penghasilan kita baik dari gaji bagi karyawan ataupun dari laba hasil usaha untuk pengembangan dan dinikmati di masa datang yang dapat berupa Uang Pensiun, Beli Rumah ataupun Uang sekolah anak dan dana yang di sisihkan ini TIDAK boleh di ambil dengan alasan apapun dalam kurun waktu tertentu (Lebih dari 1 tahun). Dan yang patut di ingat atau perhatikan bahwa investasi berbeda dengan tabungan/ saving dimana menurut saya tabungan itu dana yang bisa kita pakai kapan saja tapi tidak boleh seenaknya walaupun dana yang di tabungan banyak untuk sembarang di pakai, tabungan ini untuk darurat saja seperti halnya biaya berobat karena sakit tiba-tiba.

Banyak teori dari beberapa pakar keuangan ataupun perencana keuangan berapa % dari penghasilan kita yang harus di investasikan ada yang 5%, 10%, 20% bahkan ada yang sampai 30-40%. Semuanya itu tergantung dari pengelolaan keuangan kita, karena ada banyak point yang bisa merubahnya yaitu tergantung pengeluaran rutin dan non rutin maupun berapa yang akan kita masukkan ke tabungan/ savings. Kalau saya lebih memilih mengikuti kemampuan keuangan karena saya saat ini hanya mampu untuk menginvestasikan 10% dari total penghasilan saya, mungkin tahun-tahun berikut jika keuangan sudah stabil akan lebih naik J

Sekarang mungkin yang jadi pertanyaan dalam bentuk apa investasi kita??

Ada banyak tipe investasi yang dapat kita lakukan dan untuk zaman sekarang dengan teknologi yang sudah 4G lebih memudahkan untuk investasi di banding tahun 2000an yang pilihannya terbatas karena keribetan dan menyita watu dan tenaga, diantaranya investasi emas/ Logam Mulia, saham, deposito, reksadana, obligasi, usaha/bisnis dsb.

Pilihan investasi kita sebenarnya secara umum berhubungan dengan resiko dan keuntungan yang bisa di sebut imbal hasil ataupun pengembangan dana, ingat prinsip dasar investasi "Keuntungan tinggi maka Resiko Tinggi, Keuntungan rendah maka Resiko Rendah" atau para ahli menyebutnya "High Return High Risk, Low Return Low Risk". Untuk awalnya kita harus tau dulu apa itu RESIKO dalam investasi.

Resiko menurut saya kerugian yang bisa saya dapat dalam menginvestasikan uang kita, resiko bisa berarti tidak balik modal, atau buang waktu, tenaga, biaya dalam berinvestasi bertahun-tahun, ataupun paling parah bangkrut (dan ini tidak mungkin terjadi). Dengan mengetahui resiko kita dapat mengetahui hendaknya kemana kita akan menanamkan uang kita, bahwa jika kita mengharapkan imbal hasil besar kita harus siap dengan resikonya agar kita bisa tidur dengan tenang menghadapi masa depan.

 

Note; Semua pengertian didefinisikan dari pengertian dan pemahaman penulis, dan mungkin akan berbeda dengan arti sebenarnya untuk itu diharapkan kehati-hatian dan konfirmasi dengan informasi lainnya.

Tuesday, April 19, 2016

Kisah Inspirasi - Kisah Birbal Memasak Bubur

Saat itu sedang berlangsung musim dingin. Semua kolam membeku.

Di istana, Kaisar Akbar bertanya pada Birbal, "Katakan Birbal! Apakah seorang pria melakukan apa saja untuk uang?"

Kaisar memerintahkannya untuk membuktikannya.

Hari berikutnya, Birbal datang ke istana bersama dengan seorang pria miskin yang hanya memiliki uang satu sen. Keluarganya kelaparan.

Birbal mengatakan kepada kaisar bahwa pria itu siap melakukan apapun demi uang. Kaisar memerintahkan pria itu berada di dalam kolam beku sepanjang malam tanpa pakaian, jika ia membutuhkan uang.

Pria miskin itu tidak punya pilihan. Sepanjang malam ia berada di dalam kolam, menggigil. Ia kembali ke istana hari berikutnya untuk menerima upahnya.

Kaisar bertanya kepada pria itu, "Katakan padaku, Pria malang! Bagaimana bisa kau menahan suhu ekstrim itu sepanjang malam?"

Pria miskin yang malang itu dengan polos menjawab, "Aku bisa melihat cahaya samar-sama berkilometer jauhnya dan saya bertahan dengan sinar cahaya itu."

Kaisar Akbar menolak membayar pria miskin itu karena menurutnya pria itu telah mendapatkan kehangatan dari cahaya dan bertahan dari dinginnya. Ia mengatakan bahwa pria itu curang.

Pria miskin itu tidak bisa berdebat dengan kaisar dan ia pun pulang dengan tangan kosong. Birbal mencoba menjelaskan kepada kaisar, tetapi kaisar tidak berminat untuk mendengarkannya.

Setelah itu, Birbal berhenti datang ke istana dan mengirim utusannya kepada kaisar untuk mengatakan bahwa ia akan datang kembali ke istana setelah memasak buburnya.

Setelah Birbal tidak muncul selama lima hari, kaisar sendiri datang ke rumah Birbal, untuk melihat apa yang dilakukannya. Birbal menyalakan api dan menaruh panci bubur mentahnya satu meter jaraknya dari api.

Kaisar Akbar bertanya, "Bagaimana bubur bisa masak dengan api yang jaraknya satu meter? Apa yang salah denganmu, Birbal?"

Birbal, yang memasak bubur itu, menjawab, "Oh, ya Kaisar! Ketika itu mungkin bagi seseorang dapat menerima kehangatan dari cahaya yang jauhnya satu kilometer, maka mungkin juga untuk bubur ini. Hanya satu meter dari sumber panas, mungkin saja bisa masak."

Kaisar Akbar mengerti kesalahannya. Ia pun memanggil pria miskin tadi dan menghadiahinya 2000 koin emas.