Tuesday, April 19, 2016

Kisah Inspirasi - Mimpi Bisa Menjadi Kenyataan

Alkisah, di sebuah desa tinggallah seorang gadis bernama Sruti. Ia seorang gadis cantik dengan postur tubuh yang menakjubkan. Matanya berbentuk ikan, kulitnya mulus, dan rambut tebal yang indah panjang hitam bersinar di bawah sinar matahari.

Ia dilahirkan di sebuah keluarga miskin, ibunya meninggal ketika ia masih kecil, ayahnya adalah seorang penjahit, dan ia memiliki 2 orang adik. Jadi, Sruti harus memasak, memandikan, dan membawa adik-adiknya ke sekolah. Ayahnya ingin adik Sruti belajar keras dan menjadi dokter, tetapi ia tidak memiliki harapan apapun untuk Sruti, karena ia merasa ia hanyalah gadis biasa yang harus belajar untuk menjadi istri dan ibu yang baik, karena memang demikian yang biasa dilakukan oleh perempuan.

Namun, Sruti selalu bermimpi menjadi seorang penulis dan ketika ia sudah menyelesaikan tugasnya dan mengantar adik-adiknya ke sekolah, ia pergi ke sungai di dekat rumahnya dan duduk di sana, menulis cerita. Adik-adiknya telah mengajarinya membaca dan menulis, dan ketika mereka berada di sekolah, ia memakai buku mereka untuk mengembangkan tulisannya.

Suatu hari, ketika ia menulis cerita di pinggir sungai, ia lupa waktu. Ketika akhirnya ia pulang, ayahnya sedang menunggunya. Ayahnya berteriak padanya dan menuduhkan banyak hal, yang seharusnya tidak dikatakan oleh seorang ayah kepada putrinya. Sruti terluka dan pergi ke kamar tidur sambil menangis.

Pada hari berikutnya sang ayah mengatakan bahwa ia akan menikahi seorang pemuda kaya. Sruti memohon kepada ayahnya agar tidak melakukan hal iut. Ia mengatakan kepada ayahnya bahwa ia punya mimpi yang harus tercapai dan tidak ada ruang untuk suami dalam hidupnya sekarang. Ayahnya hanya mengejek dan berkata bahwa mimpi seorang gadis adalah menjadi istri dan ibu yang baik, dan tidak baik bermimpi hal lain.

Sruti tidak tahu bahwa pemuda kaya yang ingin menikahinya telah mengikutinya selama berbulan-bulan ke sungai sehingga ia bisa mendengarkan ceritanya. Ia telah jatuh cinta dengan cerita dan kecantikan Sruti. Sruti ingin melarikan diri tetapi ia tidak bisa meninggalkan adik-adiknya dan juga khawatir apa yang akan dikatakan orang tentang dirinya. Ia tidak punya pilihan lain selain menikah dengan pemuda itu. Ia menikah dalam kesengsaraan. Satu-satunya pikiran yang ada di benaknya saat ia menikah adalah mimpinya hancur berkeping-keping.

Setelah menikah, suaminya mengatakan bahwa ia jatuh cinta dengan cerita dan kecantikan Surti. Ketika ia mendengar bahwa suaminya jatuh cinta karena ceritanya, ribuan kupu-kupu mulai bergetar di perutnya, wajahnya berseri-seri dengan kebahagiaan.

Suaminya mengembangkan cerita dan mempublikasikannya hingga seluruh dunia jatuh cinta dengan kisah-kisahnya. Beberapa tahun kemudian, Sruti menjadi salah satu penulis terkenal di dunia. Ya, Sruti telah memenuhi mimpinya. Mimpinya menjadi sebuah kenyataan!

Kisah Inspirasi - Setiap Orang Berharga di Mata Tuhan

Andrea Bocelli lahir di Tuscany, Italia, tanggal 22 September 1958, dengan kondisi penglihatan yang buruk. Ini dialaminya setelah mengalami kecelakaan kecil dalam permainan sepak bola yang membuat Bocelli akhirnya kehilangan seratus persen kemampuannya untuk melihat.

Namun, kebutaan bukan merupakan penghalang bagi kecintaan Bocelli pada musik klasik. Dengan anugerah suara yang indah, dan talenta musik yang luar biasa, Andrea Bocelli mendedikasikan hidupnya pada musik klasik.

Berbagai usaha dilakukannya untuk meningkatkan kemampuan suara dan permainan piano, saxophone, dan flute. Rasa cinta ini jugalah yang mendorong Andrea Bocelli untuk terus terlibat langsung dalam perkembangan musik klasik baik di Italia maupun di dunia internasional.

Saat Andrea Bocelli lulus dari sekolah hukum di Universitas Pisa di Italia, merasa bahwa rasa cinta yang tinggi pada musik klasik tidaklah cukup. Untuk meraih mimpinya di dunia ini, ia perlu mendapat dukungan orang-orang yang tepat.

Untuk itu, ia mendekati Franco Corelli, salah satu penyanyi klasik papan atas yang juga adalah idolanya, untuk menjadi gurunya dalam olah suara, dan membantunya meniti karir di dunia musik klasik. Selain itu, ia juga bekerja sama dengan berbagai penyanyi klasik di dalam dan luar negeri, seperti Lucianno Pavarotti, Jose Carreras, untuk mendorong kiprahnya di dunia musik klasik.

Diva pop dunia seperti Celine Dion juga dirangkul oleh Bocelli dalam berbagai kesempatan pertunjukan panggung bersama. Jaringan yang dibangun oleh Andrea Bocelli di dunia musik klasik, ternyata memberinya manfaat ganda.

Selain hubungan persahabatan, ia juga mendapat banyak kesempatan untuk belajar dari penyanyi dan pemusik papan atas yang bekerja sama dengannya di berbagai kesempatan konser.

Dari mereka Bocelli menggali berbagai informasi dan teknik untuk selalu meningkatkan diri. Selain itu ia juga menyediakan waktu untuk berlatih, baik dalam bentuk pementasan kecil maupun waktu khusus untuk meningkatkan diri.

Kebiasaannya untuk selalu mengasah kemampuannya membuahkan sukses besar bagi semua album yang telah dirilisnya. Para kritisi pun mendudukkannya sejajar dengan Luciano Pavarotti, Jose Carreras, Placido Dominggu (The Three Tenors). Ia pun mendapat julukan penyanyi Tenor Keempat Dunia (The Fourth Tenor).

Dalam kehidupan, betapa sering kita meratapi kekurangan dan kelemahan yang ada dalam diri. Kita seolah tak ubahnya sekumpulan ketaksempurnaan yang membawa kita pada kesimpulan sendiri bahwa kita tak berarti dibanding orang lain. Terlalu sering kita hanya melihat apa yang tiada dalam diri kita, sementara kekuatan yang ada seolah hilang tersaput kabut pagi hari. Namun apa yang kita lihat dari seorang Andrea Bocelli (51 tahun)?

Dalam kegelapan pandangan matanya, bersinar cahaya kehidupan. Dari ketinggian pegunungan Toscana, Italia, sinar itu berpendar jauh ke sudut-sudut bumi. Dengarlah nyanyiannya, dan temukanlah kebeningan hatinya.

Celino Dion bahkan pernah berkata, "Jika Tuhan memiliki suara, pastilah suaranya seperti suara Andrea Bocelli."

Kebutaan, kegelapan, ternyata tidak menghalangi Bocelli untuk menggali dan mempersembahkan talenta yang diberi Tuhan baginya. Sekeping talenta, suara itu, cukup untuk membawanya menjelajahi bumi ini untuk bertemu, berbagi dan berkomunikasi dengan orang-orang di negeri asing.

Senandung sebagai sarana untuk membagikan perasaan dari hati dan jiwanya.
Andrea Bocelli, seperti halnya musisi besar yang senasib dengannya, telah memberi kita sebuah kesadaran bahwa kekurangan bukanlah kata akhir. Bukan apa yang terjadi dengan diri kita, tapi apa sikap kita dengan kejadian tersebut.

Barangkali inilah saatnya bagi kita untuk mendata segenap kemampuan kita dan melupakan apa saja yang menjadi kelemahan kita. Kekuatan kita, biarlah menjadi modal bagi kita untuk maju dan memberikan sesuatu bagi dunia dalam kehidupan yang singkat ini. Sementara kelemahan, biarlah itu menjadi cermin untuk membuat kita tetap rendah hati dan hormat kepada sesama. 

Kisah Inspirasi - Satu Tindakan Kecil dapat Mengubah Hidup Seseorang

Suatu hari, ketika saya masih sebagai seorang siswa di SMU, saya melihat seorang anak dari kelas lain berjalan pulang. Namanya Kyle. Ia tampak membawa semua buku-bukunya.

Saya berpikir, "Mengapa ada orang yang membawa pulang semua buku-bukunya pada hari Jumat? Wah, ia benar-benar jadi kutu buku." Saya punya cukup jadwal akhir pekan terencana, seperti bermain bola dengan teman-teman, jadi saya hanya mengangkat bahu dan melanjutkan perjalanan.

Saat sedang berjalan, saya melihat sekelompok anak-anak berjalan ke arahnya. Mereka berlari, hingga semua tumpukan bukunya terjatuh, kacamatanya  seperti terbang, dan mendarat sekitar sepuluh kaki darinya. Ia mendongak dan saya melihat kesedihan di matanya. Saya berkata kepadanya, "Anak-anak nakal! Mereka harus benar-benar mendapatkan pembalasannya."

Ia menatap saya dan bekata, "Heri, terima kasih!"

Ada senyum lebar di wajahnya. Itu salah satu senyum yang menunjukkan rasa terima kasih yang tulus. Saya membantunya mengambil buku-bukunya dan bertanya di mana ia tinggal. Ternyata, ia tinggal di dekat tempat kos saya, jadi saya bertanya mengapa saya tidak pernah melihat ia sebelumnya. Ia mengatakan bahwa ia tidak akan pernah bergaul dengan anak-anak sekolah swasta sebelumnya. Kami berbicara sepanjang perjalanan pulang, dan saya membawakan buku-bukunya. Ia ternyata cukup keren. Saya bertanya apakah ia ingin bermain sepak bola pada hari Sabtu dengan saya dan teman-teman saya. Ia mengatakan ya. Akhirnya kami bermain sepanjang akhir pekan dan semakin saya tahu seperti apa Kyle, semakin saya menyukainya.

Senin pagi tiba, dan Kyle datang dengan setumpuk buku lagi. Saya berhenti dan berkata, "Hai, kau benar-benar membangun otot dengan tumpukan buku-buku itu setiap hari!"  Ia hanya tertawa dan menyerahkan setengah tumpukan buku pada saya untuk dibawakan.

Selama empat tahun kemudian, Kyle dan saya menjadi teman terbaik. Ketika kami lulus, mulailah kami berpikir tentang perguruan tinggi. Kyle memutuskan Georgetown, dan saya akan ke Inggris. Saya tahu bahwa kami akan selalu menjadi teman, meski jarak memisahkan kami. Ia akan menjadi seorang dokter, dan saya akan mulai dengan beasiswa sepakbola.

Saat Kyle harus mengucapkan pidato perpisahan sekolah, saya menggodanya sepanjang waktu tentang kutu buku. Ia harus mempersiapkan pidato kelulusan. Saya sangat senang karena bukan saya yang harus naik podium dan berbicara. Saat wisuda, saya melihat Kyle. Ia tampak hebat. Ia salah satu orang-orang yagn benar-benar menemukan dirinya selama SMU.

Saat memulai pidato, ia berdehem, dan mulai. "Wisuda adalah saat untuk mengucapkan terima kasih kepada orang-orang yang membantu Anda melalui tahun-tahun yang sulit dari orang tua, guru, saudara, mungkin pelatih, tapi kebanyakan teman-teman Anda. Saya ingin memberitahu Anda bahwa saya ingin menceritakan tetang seseorang sebagai hadiah terbaik yang diberikan. Saya akan menceritakan sebuah kisah."

Saya melihat teman saya itu dengan percaya diri menceritakan kisah hari pertama kami bertemu. Ia rupanya telah merencanakan untuk bunuh diri saat akhir pekan itu. Ia menceritakan bagaimana ia telah membersihkan lokernya sehingga ibunya tidak harus melakukannya nanti dan membawa pulang barang-barangnya. Ia melihat saya dan memberi senyum kecil. "Untungnya, saya diselamatkan. Teman saya menyelamatkan saya dari perbuatan yang tak terkatakan." Saya mendengar dengan terkesiap. Teman saya itu menceritakan kepada semua orang tentang saatnya yang paling lemah. Saya melihat ayah dan ibunya yang menatap saya sambil tersenyum bersyukur. Ah, tidak sampai itu saat saya menyadari hal yang paling mendalam.

Jangan pernah meremehkan kekuatan dari tindakan kita, sekecil apapun. Satu gerakan kecil kita dapat mengubah hidup seseorang. Untuk lebih baik atau lebih buruk. Tuhan menempatkan kita dalam kehidupan masing-masing untuk mempengaruhi satu sama lain dalam beberapa cara.  Jangan lupa untuk berbuat baik dan membantu satu sama lain, karena ini adalah pengorbanan yang menyenangkan Tuhan.

Kisah Inspirasi - Kisah Anak Ayam Pematuk

Seekor anak ayam yang sombong sedang mencari makan. Anak ayam betina itu sangat cerdas dan cerdik. Tapi ia sering membual tentang kehebatannya dan suka berjalan sendiri. Ibunya sering mengingatkan anak ayam itu, tapi ia mengatakan bahwa ia bisa menghadapi bahaya dengan menggunakan akalnya yang sangat baik.

Ketika anak ayam itu berjalan sendirian di sepanjang jalur lebat, tiba-tiba seekor ular kobra muncul, sebelum anak ayam itu sempat menyadarinya dan membuka mulutnya untuk melahapnya. Anak ayam itu berkata kepada ular, "Berhenti, bodoh! Apakah kamu tidak tahu bahwa saya sangat beracun? Jika saya mematukmu, kau akan mati di tempat. Racun saya itu seribu kali lebih kuat dari milikmu. Setiap bagian dari tubuh saya ini beracun."

Kobra berpikir sejenak. Ia belum pernah  mendengar ada anak ayam beracun sejauh ini. Tapi ia tidak siap untuk mengambil risiko. Jadi, ia mengatakan kepada anak ayam itu, "Kau harus membuktikan bahwa kau itu beracun. Lalu, aku akan mengampunimu."

Ketika itu seorang pria berjalan di dekat tempat pertemuan mereka. Anak ayam itu mengatakan kepada ular, "Perhatikan aku akan mematuk orang itu. Ia akan mati, dan kau bisa melihatnya." Setelah berkata demikain, ia mematuk yang kuat di bagian belakang tumit pria itu dengan paruhnya yang tajam dan bersembunyi di balik semak-semak. Pria itu berbalik dengan menangis dan melihat kobra menakutkan. Karena ketakutan dan shock, pria itu jatuh pingsan.

Anak ayam itu merasa menag dan melompat, ia berteriak, "Pergi, kau penipu. Kalau tidak, aku akan membunuhmu dengan mematuk." Ia berpura-pura mengejar ular itu. Ular itu ketakutan dan meninggalkan tempat kejadian dengan kecepatan tinggi. Anak ayam yang berani itu tertawa riang dan memuji kecerdikannya sendiri. Ia memberitahu semua orang bagaimana ia menipu ular.

Seekor rubah yang kebetulan lewat, melihat ular kobra dan bertanya mengapa ular itu bergerak dengan kecepatan tinggi. Tanpa jeda, ular kobra itu menangis, "Ayo cepat pergi, anak ayam berbisa mengejar saya. Jangan melihat matanya, ia bisa membunuhmu." Ular itu merayap dengan kecepatan tinggi. Rubah yakin anak ayam itu telah menipu ular bodoh. Ia berlari menuju ke tempat dari mana ular itu muncul. Ia bertemu anak ayam yang sombong itu. Sebelum anak ayam mengucapkan sepatah kata, rubah itu telah menghabisinya. Menjilati bibirnya setelah menikmati makanan lezat, ia berseru, "Ah, beruntungnya! Enak sekali anak ayam ini!"

Fred Smith pernah mengatakan, "Kerendahan hati tidak menyangkal kekuatan yang Anda miliki. Kekuatan datang melalui Anda, bukan dari Anda."

Ya, kerendahan hati adalah kualitas yang aneh. Saat orang berpikir tentang itu, ia kehilangan itu!

Thursday, March 17, 2016

Kisah Inspirasi - Kisah Ayam Bijak dan Rubah Jahat

Alkisah, hidup seekor ayam jantan yang bijak di desa. Ia melakukan tugasnya dengan baik. Berkokok setiap pagi membangunkan orang-orang untuk mengerjakan tugas mereka sehari-hari.

Suatu hari, ayam itu beristirahat di puncak sebuah pohon. Seekor rubah jahat melewati jalan itu. Rubah mendongak dan meliaht ayam jantan itu bertengger di pohon. Rubah memutuskan untuk memangsa ayam itu.

Ia berkata dengan manis kepada ayam jantan itu, "Halo, ayam sayang. Aku membawa berita dari surga. Ada suatu tatanan baru diletakkan bagi kita. Mulai sekarang semua burung dan hewan akan menjadi teman dan hidup bersama dalam damai."

Ayam tercengang, ia bertanya, "Apakah itu benar?"

Rubah itu menjawab, "Ya, tentu saja. Jika kau ingin mengujinya, mengapa tidak turun?"

Ayam itu mulai berpikir bijaksana, katanya, "Tidak, tunggulah sebentar. Beberapa teman-teman kita akan datang bersama."

Giliran rubah yang terkejut, "Teman! Siapa yang datang? Apa maksudmu?"

Ayam menjawab, "Aku bisa melihat beberapa anjing datang. Mari kita tunggu mereka."

Mendengar kata-kata 'anjing', rubah kesal. Ia mulai kabur. Ayam bertanya, "Mengapa Anda lari? Apa yang terjadi dengan persahabatan kita?"

Satu-satunya jawaban yang terdengar adalah, "Lupakan saja."

Demikianlah, orang-orang bijak selalu bisa mengungkap kejahatan.

Kisah Inspirasi - Doa untuk Saudara

Dua orang bersaudara hidup dalam kemiskinan. Sang kakak merasa puas dengan sikapnya yang rendah hati dan menjalani kehidupan dengan damai dan puas.

Sementara sang adik tidak pernah  bahagia, ambisius, dan serakah. Ia ingin menikmati semua kesenangan hidup dan iri dengan tetangganya yang kaya. Ia menolak pandangan kakaknya dengan penghinaan.

Suatu hari, mereka bertemu dengan orang bijak. Sang adik mengeluh tentang kemiskinan yang dijalaninya dan kekejaman Tuhan. Orang bijak itu menghiburkan dan menyarankan mereka untuk berdoa dan menerima semua berkatnya atas kehendak Tuhan.

Mereka kembali ke rumah mereka dan berdoa dengan semangat. Sang adik mulai menerima beberapa berkat. Tanahnya memberi panenan dan ia memulai bisnis baru. Status keuangannya mulai melambung terus. Tapi sang kakak tetap miskin seperti sebelumnya. Adiknya menganggap bahwa saudaranya itu tidak layak menerima berkat Tuhan karena doa-doanya tidak pernah dijawab hingga sekarang.

Suatu kali, orang bijak itu kembali ke desa mereka dan bertemu dengan kedua bersaudara itu kembali. Ia terkejut menemukan bahwa sang adik telah menjadi seorang pengusaha sukses dan kaya dalam waktu singkat. Orang bijak itu bertanya mengapa ia tidak berbagi berkat dengan kakaknya yang masih sangat miskin. Orang kaya itu menjawab bahwa berkat-berkat yang ia terima adalah hasil dari doanya sendiri yang sungguh-sungguh dan saudaranya tidak pantas menerima apapun karena Tuhan telah mengabaikan doanya dan meninggalkannya.

Tapi, orang bijak itu berkata kepadanya, "Anda benar-benar keliru, anakku. Tuhan telah menjawab semua doa saudaramu."

"Tapi aku merasa bahwa ia tidak menerima berkat dari Tuhan. Ia tidak layak untuk mendapatkan kasih karunia Tuhan dan aku tidak peduli padanya," jawab orang kaya itu.

Orang bijak itu mengoreksinya, "Aku tahu apa yang telah didoakan. Ia berdoa kepada Tuhan untuk Anda. Ia berdoa agar semua doa-doa Anda dijawab dan keinginan Anda terpenuhi. Ia tidak berdoa untuk kemakmurannya sendiri. Apa yang Anda nikmati sekarang adalah hasil dari campur tangannya. Anda harus bersyukur kepada saudara Anda untuk selamanya."  Kata-kata itu mengubah pandangan sang adik yang sudah kaya itu.

Ia belajar bahwa berkat yang kita terima tidak hanya buah dari doa-doa kita atau usaha kita sendiri, tetapi juga hasil dari doa orang lain untuk kita.

Kisah Inspirasi - Mimpi Bisa Menjadi Kenyataan

Alkisah, di sebuah desa tinggallah seorang gadis bernama Sruti. Ia seorang gadis cantik dengan postur tubuh yang menakjubkan. Matanya berbentuk ikan, kulitnya mulus, dan rambut tebal yang indah panjang hitam bersinar di bawah sinar matahari.

Ia dilahirkan di sebuah keluarga miskin, ibunya meninggal ketika ia masih kecil, ayahnya adalah seorang penjahit, dan ia memiliki 2 orang adik. Jadi, Sruti harus memasak, memandikan, dan membawa adik-adiknya ke sekolah. Ayahnya ingin adik Sruti belajar keras dan menjadi dokter, tetapi ia tidak memiliki harapan apapun untuk Sruti, karena ia merasa ia hanyalah gadis biasa yang harus belajar untuk menjadi istri dan ibu yang baik, karena memang demikian yang biasa dilakukan oleh perempuan.

Namun, Sruti selalu bermimpi menjadi seorang penulis dan ketika ia sudah menyelesaikan tugasnya dan mengantar adik-adiknya ke sekolah, ia pergi ke sungai di dekat rumahnya dan duduk di sana, menulis cerita. Adik-adiknya telah mengajarinya membaca dan menulis, dan ketika mereka berada di sekolah, ia memakai buku mereka untuk mengembangkan tulisannya.

Suatu hari, ketika ia menulis cerita di pinggir sungai, ia lupa waktu. Ketika akhirnya ia pulang, ayahnya sedang menunggunya. Ayahnya berteriak padanya dan menuduhkan banyak hal, yang seharusnya tidak dikatakan oleh seorang ayah kepada putrinya. Sruti terluka dan pergi ke kamar tidur sambil menangis.

Pada hari berikutnya sang ayah mengatakan bahwa ia akan menikahi seorang pemuda kaya. Sruti memohon kepada ayahnya agar tidak melakukan hal iut. Ia mengatakan kepada ayahnya bahwa ia punya mimpi yang harus tercapai dan tidak ada ruang untuk suami dalam hidupnya sekarang. Ayahnya hanya mengejek dan berkata bahwa mimpi seorang gadis adalah menjadi istri dan ibu yang baik, dan tidak baik bermimpi hal lain.

Sruti tidak tahu bahwa pemuda kaya yang ingin menikahinya telah mengikutinya selama berbulan-bulan ke sungai sehingga ia bisa mendengarkan ceritanya. Ia telah jatuh cinta dengan cerita dan kecantikan Sruti. Sruti ingin melarikan diri tetapi ia tidak bisa meninggalkan adik-adiknya dan juga khawatir apa yang akan dikatakan orang tentang dirinya. Ia tidak punya pilihan lain selain menikah dengan pemuda itu. Ia menikah dalam kesengsaraan. Satu-satunya pikiran yang ada di benaknya saat ia menikah adalah mimpinya hancur berkeping-keping.

Setelah menikah, suaminya mengatakan bahwa ia jatuh cinta dengan cerita dan kecantikan Surti. Ketika ia mendengar bahwa suaminya jatuh cinta karena ceritanya, ribuan kupu-kupu mulai bergetar di perutnya, wajahnya berseri-seri dengan kebahagiaan.

Suaminya mengembangkan cerita dan mempublikasikannya hingga seluruh dunia jatuh cinta dengan kisah-kisahnya. Beberapa tahun kemudian, Sruti menjadi salah satu penulis terkenal di dunia. Ya, Sruti telah memenuhi mimpinya. Mimpinya menjadi sebuah kenyataan!