Thursday, March 17, 2016

Kisah Inspirasi - Mimpi Bisa Menjadi Kenyataan

Alkisah, di sebuah desa tinggallah seorang gadis bernama Sruti. Ia seorang gadis cantik dengan postur tubuh yang menakjubkan. Matanya berbentuk ikan, kulitnya mulus, dan rambut tebal yang indah panjang hitam bersinar di bawah sinar matahari.

Ia dilahirkan di sebuah keluarga miskin, ibunya meninggal ketika ia masih kecil, ayahnya adalah seorang penjahit, dan ia memiliki 2 orang adik. Jadi, Sruti harus memasak, memandikan, dan membawa adik-adiknya ke sekolah. Ayahnya ingin adik Sruti belajar keras dan menjadi dokter, tetapi ia tidak memiliki harapan apapun untuk Sruti, karena ia merasa ia hanyalah gadis biasa yang harus belajar untuk menjadi istri dan ibu yang baik, karena memang demikian yang biasa dilakukan oleh perempuan.

Namun, Sruti selalu bermimpi menjadi seorang penulis dan ketika ia sudah menyelesaikan tugasnya dan mengantar adik-adiknya ke sekolah, ia pergi ke sungai di dekat rumahnya dan duduk di sana, menulis cerita. Adik-adiknya telah mengajarinya membaca dan menulis, dan ketika mereka berada di sekolah, ia memakai buku mereka untuk mengembangkan tulisannya.

Suatu hari, ketika ia menulis cerita di pinggir sungai, ia lupa waktu. Ketika akhirnya ia pulang, ayahnya sedang menunggunya. Ayahnya berteriak padanya dan menuduhkan banyak hal, yang seharusnya tidak dikatakan oleh seorang ayah kepada putrinya. Sruti terluka dan pergi ke kamar tidur sambil menangis.

Pada hari berikutnya sang ayah mengatakan bahwa ia akan menikahi seorang pemuda kaya. Sruti memohon kepada ayahnya agar tidak melakukan hal iut. Ia mengatakan kepada ayahnya bahwa ia punya mimpi yang harus tercapai dan tidak ada ruang untuk suami dalam hidupnya sekarang. Ayahnya hanya mengejek dan berkata bahwa mimpi seorang gadis adalah menjadi istri dan ibu yang baik, dan tidak baik bermimpi hal lain.

Sruti tidak tahu bahwa pemuda kaya yang ingin menikahinya telah mengikutinya selama berbulan-bulan ke sungai sehingga ia bisa mendengarkan ceritanya. Ia telah jatuh cinta dengan cerita dan kecantikan Sruti. Sruti ingin melarikan diri tetapi ia tidak bisa meninggalkan adik-adiknya dan juga khawatir apa yang akan dikatakan orang tentang dirinya. Ia tidak punya pilihan lain selain menikah dengan pemuda itu. Ia menikah dalam kesengsaraan. Satu-satunya pikiran yang ada di benaknya saat ia menikah adalah mimpinya hancur berkeping-keping.

Setelah menikah, suaminya mengatakan bahwa ia jatuh cinta dengan cerita dan kecantikan Surti. Ketika ia mendengar bahwa suaminya jatuh cinta karena ceritanya, ribuan kupu-kupu mulai bergetar di perutnya, wajahnya berseri-seri dengan kebahagiaan.

Suaminya mengembangkan cerita dan mempublikasikannya hingga seluruh dunia jatuh cinta dengan kisah-kisahnya. Beberapa tahun kemudian, Sruti menjadi salah satu penulis terkenal di dunia. Ya, Sruti telah memenuhi mimpinya. Mimpinya menjadi sebuah kenyataan!

Kisah Inspirasi - Sikap Sempurna untuk Berdoa

Tiga ahli terkemuka bidang agama bertemu dalam sebuah seminar. Mereka sedang mendiskusikan tentang sikap yang ideal yang harus diikuti oleh umat beriman selama berdoa. Pendapat mereka rupanya berbeda.

Salah seorang profeosr berpendapat, bahwa tangan harus diangkat dan terentang ke surga untuk memuji Tuhan. Sikap yang menyerupai anak mengangkat tangannya untuk ayahnya yang penuh kasih, meminta ayahnya untuk mengangkatnya dan membawanya di pundak sang ayah.

Sarjana kedua mengatakan bahwa sikap ideal untuk berdoa meminta hadiah yang murah hati dari Tuhan yaitu dengan tangan terbuka ditempatkan di depan seolah-olah menerima aliran air untuk minum.

Ahli ketiga adalah seorang advokat. Ia menyarankan bahwa tangan harus menggenggam bersama-sama di depan dada, dengan telapak tangan ditekan bersama-sama, tegas, dan rata.

Argumen mereka terus-menerus hingga mereka menghentikan diskusi lalu mengikuti bagaimana orang-orang berdoa di sebuah tempat ibadat.  Mereka menyaksikan orang-orang dengan hati-hati. Beberapa orang mengangkat tangan mereka, menunjukkan tanda permohonan, beberapa orang lain memegang tangan mereka tergenggam bersama-sama.

Tetapi, mereka melihat seseorang yang duduk di belakang tempat ibadah itu, mengenakan pakaian compang-camping, berdiri dengan tubuhnya ditutupi oleh selendang murah. Ia berada dalam meditasi mendalam, dengan mata tertutup. Ia tidak mengubah posturnya saat berdoa kepada Tuhan.

Setelah ibadat selesai, ketiga ahli ini bertemu dengan pria tadi, dan bertanya mengapa ia tidak mengubah postur tubuh saat berdoa kepada Tuhan. Pria itu hanya menggelengkan bahunya karena ia takut menghadapi tiga orang ahli ini bersama-sama. Seketika selendang yang menutupi pria itu terjatuh. Tampaklah, bahwa pria itu ternyata tidak memiliki tangan untuk diperlihatkannya selama berdoa. Ya, orang miskin ini telah kehilangan lengannya dalam sebuah kecelakaan.

Para ahli pun menyadari  bahwa spiritualitas nyata tidak perlu ritual. Postur tubuh dan ritual dapat memperkuat spiritualitas tetapi bukan bagian penting dari sebuah spiritualitas.

Tiga ahli itu kemudian membantu pria itu menutupi dirinya dengan selendang. Mereka tercerahkan.

Kisah Inspirasi - Sebuah Lukisan Tanpa Harga

Seorang pria kaya memiliki gairah untuk mengumpulkan karya seni. Ia memiliki banyak koleksi lukisan indah dan mahal yang diciptakan oleh pelukis terkenal di dunia.

Banyak orang iri atas koleksinya yang tak ternilai harganya. Pria kaya ini memiliki seorang anak tunggal yang sangat ia cintai melebihi apapun. Istrinya meninggal saat melahirkan anaknya itu dan seorang perawat dimintai tolong untuk merawat anaknya itu sejak bayi. Sayangnya, anak tunggalnya mati muda. Pria kaya itu membuat lukisan anaknya sebagai sebuah harga yang dipertahankannya. Sebelum orang kaya itu meninggal, ia telah menyiapkan wasiat dan dipercayakannya pada pengacara setianya untuk dilaksanakannya.

Suatu hari, pengacara mengumumkan lelang harta pria kaya itu. Sebuah kerumunan besar berkumpul, ingin menawar lukisan terkenal dengan harga serendah mungkin. Pengacara mengumumkan bahwa sesuai kehendak, lukisan pertama yang diajukan tawarannya adalah lukisan anak orang kaya itu. Terjadi keheningan. Hanya satu orang, seorang wanita tua mengenakan pakaian lusuh maju untuk mengajukan penawaran untuk lukisan anak laki-laki. Ia adalah perawat anak itu yang merawatnya dari bayi dan ingin memiliki lukisan itu sebagai tanda kasih sayangnya kepada anak pria kaya itu. Karena ia sangat miskin, ia hanya bisa menawar dengan sejumlah kecil uang. Tapi karena tidak ada satu pun tawaran untuk jumlah yang lebih tinggi, ia dinyatakan sebagai pemenang lelang.

Kerumunan orang-orang mulai meminta untuk dibuka penawaran terhadap lukisan-lukisan mahal. Tapi kemudian, yang mengejutkan semua orang, pengacara menyatakan bahwa lelah telah berakhir. Ia kemudian membacakan penetapan rahasia atas kehendak orang kaya itu, "Siapapun yang maju dan menang dalam upaya memiliki lukisan anakku tercinta, dinyatakan sebagai pemilik sah dari semua harta saya." Dengan demikian wanita miskin, yang sangat mencintai anak orang kaya itu menjadi ahli waris untuk seluruh harta orang kaya itu.

Kisah Inspirasi - Mengampuni dan Memaafkan Menjadi Solusi Menuju Ketenangan

Jenderal Horace Porter pernah menulis percakapannya dengan Jenderal Ulysses Grant pada suatu malam saat merka duduk di dekat api unggun.

Ditulis oleh Porter, "Jenderal Ulysses, Anda luar biasa, walaupun Anda dididik dalam kekerasan militer, dan selalu mengalami permainan kasar dalam tugas garis depan, Anda tidak terpancing untuk mengumpat. Saya tidak pernah melihat Anda mengucapkan kata-kata kasar sekalipun. Anda punya alasan untuk hal ini?" tanya Poter

Grant menjawab, "Saya tidak mau membiasakan mengumpat. Sejak remaja saya tidak pernah melakukannya, dan ketika saya dewasa, saya memandang mengumpat adalah sebagai suatu tindakan kebodohan. Karena kata-kata kasar membangkitkan amarah diri kita sendiri dan menyulut kemarahan orang lain.

Saya tidak pernah melihat kehidupan yang berkualitas dari seorang pemarah, selain lemah dan rapuh dari segi spiritual. Seorang pemarah, adalah seorang yang lelah, ia seorang yang berperang dengan dirinya sendiri, sekalipun ia menang, ia hancur. Tidak ada yang lebih buruk daripada seorang yang menjadi marah sampai ia tidak dapat menguasai diri"

Pada saat kita marah, kita telah kalah. Pada saat kita membenci, kita telah terkunci. Pada saat kita mendendam, kita menjadi tawanan.

Maka mengampuni dan memaafkan menjadi solusi menuju ketenangan.

Kisah Inspirasi - Waktu Bukanlah Uang

Waktu menunjukkan pukul 14.45, yang artinya Sika (25), teman saya, harus segera beranjak menuju tempatjanjian dengan calon adik-adik asuhnya. Ia terlihat sangat cemas, karena pukul 15.00 adalah waktu janjian mereka. Sedangkan kami masih berada di lokasi pekerjaan.

Kami jadi sedikit jengkel, karena Sika lebih mementingkan adik-adik asuh itu, padahal kami sedang bekerja di lapangan. Saat itu, kami bertugas untuk mempromosikan produk perusahaan dari toko ke toko. Memang sih, ini bukan pekerjaan wajib. Tapi, bonusnya itu, lho. Karena bertugas di hari libur, kami akan menerima uang saku setiap jamnya.

Setelah pamit dan berulang kali meminta maaf pada kami, dengan sepatu tumit tingginya Sika berlari mengejar angkutan umum agar tidak terlambat bertemu adik-adik asuh itu. Salah satu teman saya berceletuk kalau Sika pasti akan rugi karena kehilangan bonusnya hanya demi mengurusi adik-adik yang bahkan tidak sedarah dengannya.

Sika memang sangat giat dalam kegiatan sosial dalam organisasi. Hari itu ia akan bertemu dengan empat orang adik asuh yang akan diajari dan dibina karakternya. Mereka adalah mahasiswa junior di kampus kami kuliah dulu.

Tidak berapa lama, handphone saya berbunyi, ada panggilan dari Sika. Dia menangis tersedu-sedu, mengadu pada saya bahwa adik-adik itu malah membatalkan pertemuan mereka dengan alasan sepele. Padahal ia sudah merelakan uang bonus yang juga sangat dibutuhkannya itu. Saya cuma bisa menasehati Sika agar bersabar.

Beberapa hari kemudian, sepulang bekerja saya sengaja datang ke rumah Sika. Saya kaget sekali dengan apa yang saya lihat. Sika sedang bercengkrama dengan adik-adik asuh itu, diikuti senyuman tulus yang terlihat dari matanya.

Saya jadi geleng-geleng kepala kagum, melihat  Sika tersenyum pada orang-orang yang membuatnya menangis. Adik-adik itu bahkan tidak tahu kalau mereka sudah dimaafkan.

Nampaknya, kalimat bijak yang menyatakan bahwa memaafkan dan dimaafkan adalah sebuah tanda cinta dan kasih sayang adalah sebuah kebenaran. Selamat memaafkan dan menginsyafi kesalahan.

Kisah Inspirasi - Kisah Anak Ayam Pematuk

Seekor anak ayam yang sombong sedang mencari makan. Anak ayam betina itu sangat cerdas dan cerdik. Tapi ia sering membual tentang kehebatannya dan suka berjalan sendiri. Ibunya sering mengingatkan anak ayam itu, tapi ia mengatakan bahwa ia bisa menghadapi bahaya dengan menggunakan akalnya yang sangat baik.

Ketika anak ayam itu berjalan sendirian di sepanjang jalur lebat, tiba-tiba seekor ular kobra muncul, sebelum anak ayam itu sempat menyadarinya dan membuka mulutnya untuk melahapnya. Anak ayam itu berkata kepada ular, "Berhenti, bodoh! Apakah kamu tidak tahu bahwa saya sangat beracun? Jika saya mematukmu, kau akan mati di tempat. Racun saya itu seribu kali lebih kuat dari milikmu. Setiap bagian dari tubuh saya ini beracun."

Kobra berpikir sejenak. Ia belum pernah  mendengar ada anak ayam beracun sejauh ini. Tapi ia tidak siap untuk mengambil risiko. Jadi, ia mengatakan kepada anak ayam itu, "Kau harus membuktikan bahwa kau itu beracun. Lalu, aku akan mengampunimu."

Ketika itu seorang pria berjalan di dekat tempat pertemuan mereka. Anak ayam itu mengatakan kepada ular, "Perhatikan aku akan mematuk orang itu. Ia akan mati, dan kau bisa melihatnya." Setelah berkata demikain, ia mematuk yang kuat di bagian belakang tumit pria itu dengan paruhnya yang tajam dan bersembunyi di balik semak-semak. Pria itu berbalik dengan menangis dan melihat kobra menakutkan. Karena ketakutan dan shock, pria itu jatuh pingsan.

Anak ayam itu merasa menag dan melompat, ia berteriak, "Pergi, kau penipu. Kalau tidak, aku akan membunuhmu dengan mematuk." Ia berpura-pura mengejar ular itu. Ular itu ketakutan dan meninggalkan tempat kejadian dengan kecepatan tinggi. Anak ayam yang berani itu tertawa riang dan memuji kecerdikannya sendiri. Ia memberitahu semua orang bagaimana ia menipu ular.

Seekor rubah yang kebetulan lewat, melihat ular kobra dan bertanya mengapa ular itu bergerak dengan kecepatan tinggi. Tanpa jeda, ular kobra itu menangis, "Ayo cepat pergi, anak ayam berbisa mengejar saya. Jangan melihat matanya, ia bisa membunuhmu." Ular itu merayap dengan kecepatan tinggi. Rubah yakin anak ayam itu telah menipu ular bodoh. Ia berlari menuju ke tempat dari mana ular itu muncul. Ia bertemu anak ayam yang sombong itu. Sebelum anak ayam mengucapkan sepatah kata, rubah itu telah menghabisinya. Menjilati bibirnya setelah menikmati makanan lezat, ia berseru, "Ah, beruntungnya! Enak sekali anak ayam ini!"

Fred Smith pernah mengatakan, "Kerendahan hati tidak menyangkal kekuatan yang Anda miliki. Kekuatan datang melalui Anda, bukan dari Anda."

Ya, kerendahan hati adalah kualitas yang aneh. Saat orang berpikir tentang itu, ia kehilangan itu!

Kisah Motivasi - Selamat Datang Kritik

Peneliti kanker Dr. Robert Good adalah sosok pekerja keras yang secara cerdas dapat memunculkan ide-ide baru. Menurut artikel tentang beliau, ia memiliki kemampuan untuk menggunakan semua informasi yang pernah ia peroleh.

Meskipun demikian, menurut artikel tersebut, Dr. Good bersedia mengakui kesalahan yang terjadi dalam berbagai teorinya dan meninggalkannya lebih cepat dari siapa pun dalam penelitian medis. Salah seorang rekannya, berkata, "Dr. Good tidak pernah 'menikahi' hipotesa-hipotesanya, jadi ia tidak merasakan sakitnya 'perceraian' apabila salah satu hipotesanya terbukti salah."

"Orang bijak" adalah orang yang mau belajar dari kesalahannya. Apabila ia ditantang, ia menahan diri untuk tidak meninggikan punggungnya seperti layaknya kucing jantan yang terancam. Sebaliknya, ia menerima setiap nasihat dengan baik, dan bahkan itu menjadi sarana penting baginya untuk menambah pengetahuan.

Di lain pihak, ada seseorang "pencemooh" dikecam, ia menanggapinya dengan kemarahan dan kebencian. Karena rasa egonya terlalu  besar, ia tidak mau mendengar apabila kesalahannya dikemukakan.

Kita perlu mengikuti jalan yang penuh hikmat dengan memperhatikan kata-kata yang menegur kita. Untuk sungguh-sungguh menjadi bijak, kita harus ingat bahwa adakalanya kita juga melakukan hal yang bodoh. Ya, orang yang tidak mau mendengarkan kritik, maka ia tidak akan pernah belajar dari kritikan itu.